Resensi Film Love Story


Judul Film : Love Story

Pemain:

1. Acha Septiansyah [ranti]
2. Irwansyah[galih]
3. Reza Pahlevi[ayah ranti]
4. Reza Rahadian[pengkor]
5. Maudy[ibu galih]
6. Donny Damara[ayah galih]
7. Bella Gradeca[ranti saat kecil]
8. Anbo[galih saat kecil]
9. Henidar Amroe[nenek]

Editor: Robby Barus

Produser: Chand Parvez Servia

Musik Oleh: Anto Hoed & Melly Goeslaw

Sutradara: Hanny R. Saputra

Penulis: Armantono

Jenis Film: Drama

Ulasan:
x
Film ini bermula dari mitos kedua desa yang terpisahkan oleh sungai. Mitos yang di percaya oleh masyarakat ke-dua desa itu, adalah adanya kutukkan diantara dua desa ini yaitu, jika ada sepasang kekasih yang menikah dari dua desa yang berbeda ini, maka akan terjadi keburukan yang menimpa keduanya.
Disini Irwansyah dan Acha Septiannyah yang menjadi pemeran utama dari film ini, Acha sebagai Ranti dan Irwansyah sebagai Galih. Galih dan Ranti adalah kedua remaja yang dilahirkan dari dua desa yang dipasahkan oleh sungai. Awalnya kedua remaja tersebut hanyalah menjadi sahabat dekat. Namun, persahabatan itupun tumbuh menjadi perasaan yang lain yaitu cinta.
Awalnya ranti tidak menginginkan perasaan itu timbul, karena adat dan mitos yang dipercaya olehnya dan semua penduduk desa tersebut. Namun, lama kelamaan Galih mampu meyakinkan perasaannyaa kepada Ratih, sehingga Ratih merasakan perasaan yang sama terhadap Galih dan mau menerima hubungan tersebut.
Dan tidak lama kemudian, Galih harus meninggalkan desa karena harus melanjutkan pendidikannya di Bandung, namun Galih berjanji akan kembali lagi dan mewujudkankan cita-cita Ratih yitu mempunyai sekolah untuk desanya. Galih punjuga berjanji jika dia datang/tiba dia akan menyuruh supir bus untuk membunyikan klakson sampai 3x. Dan benar apa yang dijanjikan Galih, dia datang setelah berhasil menyelesaikan pendidikannya di Bandung.
Setelah itu dia berencana untuk membuat bangunan sekolah di desa Ratih, agar Ratih dapat mengajar dan memberikan tempat sekolah bagi anak-anak desanya.
Namaun, konflikpun terjadi disaat Galih berniat untuk melamar Ratih. Ayah Rarihpun menolak niat tersebut, para penduduk desapun ikut marah. Ratih pun berusaha dipisahkan dari Gaalih, Bangunan sekolah yang hamper selesai dibangun oleh Galihpun berusaha untuk di rusak oleh penduduk desa. Galihpun tetap memperjuangkan cintanya kepada Ratih dengan tetap membangun bangunan sekolah tersebut. Namun apayang terjadi, sekolah tersebut berusaha di bakar oleh penduduk desa. Semua ini hanya gara-gara penduduk desa tersebut begitu percaya kepada Mitos yang selama ini di ceritakan turun temurun oleh leluhur mereka. Namun Galih teteap dengan pendiriannya dia tetap membangun dan terus membangun, walupun di sakit dan kelelahan. Dan Galihpun benar-benar jatuh sakit dan dia seharusnya beristirahat total demi kesehatannya. Namun apa yang ia perbuat? Ia tetap teguh dengan penderiannya. Disini Ratihpun sempat marah dan takut akan hal yang terjadi terhadap galih. Bahkan ratih sempat memutuskan hubungan mereka dengan tujuan Galih menghentika yang ia lakukan.
Namun Galih tetap dengan penderianya. Hari demi haripun berselang sekolah yang Galih bangunpun telah jadi, Ratih sangat senang, Namun disaat ia mencari galih ia ta menemukannya. Ternyata Galih tergeletak tak berdaya didekat bangunan sekolah tersebut.
Masyarakat desapun kembali untuk membakar bangunan tersebut. Namun, hal itu tidak berlanjut karena ternyata Galih tidak hanya membangun sekolah namun ia juga membangun tenaga listrik air (kincir air).
Penduduk desa tidak jadi membakar bangunan tersebut karena terkejut dengan apa yang mereka tak pernah lihat sebelumnya.
Namun Galipun meninggal karena penyakit yang ia idap. Akhirnya Ratihpun dapat mencapi cita-citanya. Dan Galihpun berhasil menepati janjinya kepada Ratih. Dan penduduk desapun sadar akan kesalahan mereka.

Resensi:

1. Film yang di sutradarai oleh Hanny R. Saputra ini,sangatlah bagus, karena banyak sekali mengandung nilai moral, seperti : “Tidak baik untuk memahami suatu kabar/cerita semacam mitos begitu saja” lalu “Jangan mudah menyerah dalam mencapai suatu tujuan” dan “Janji harus benar-benar ditepati”.
2. Jenis bahasa yang digunakan dapat dengan mudah dipahami oleh kalangan remaja, yaitu sesuai dengan target film itu sendiri.
3. Dengan memilih aktor /aktris yang tepat dan sedang digandrungi oleh kalangan remaja saat ini. Dan itu semua membuat pemirsa tertarik untuk menonton filmnya.
4. Dengan Soundtrek maupun pengaturan audio/visual yang teppat dengan suasana yang dalam film tersebut . dapat menggambarkan dan membuat pemirsa lebih merasakan dengan baik suasana yang disampaikan oleh film tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s