Cinta Pertamaku _Oleh: Vera Eka Ristanti_SMKN 4 Malang


Cinta Pertamaku

Namaku Vera Violeta. Teman-teman memanggilku Vera. Saat ini aku duduk di bangku SMP. Umurku sudah 13 tahun dan sekarang aku sudah mulai suka alias jatuh cinta sama yang namanya “cowok”. Tapi aku tidak pernah menemui cinta pertama seperti yang teman-teman bilang. Aku berharap bisa menemukannya….
***
“Pagi Vera…” sapa Rere, sahabatku.
“Pagi juga Rere. Eh Dila mana, kok gak bareng kamu?” tanyaku.
“Lho aku kirain dia bareng kamu Ver”.
Lantunan lagu ‘vierra-bersamamu’ dari handphoneku tiba-tiba terdengar, dan segera aku menyapa Dila yang menelfonku.
“Halo Dil, kenapa jam segini kamu belum nyampe sekolah, ntar kamu telat lho”
“Aku gak masuk Ver, tiba-tiba kepalaku pusing banget” jawab Dila lirih.
“Lho kamu udah minum obat kan Dil? Ya udah kamu istirahat aja dulu, ntar pulang sekolah aku sama Rere ke rumahmu. Cepet sembuh ya Dil…”
“Iya Ver, makasih ya.”
“Iya, sama-sama Dil.”
***
Teet…Teet…Teet
Akhirnya bel pulang sekolah berbunyi, dan artinya pelajaran kimia yang nggak aku suka ini berakhir. Hehehe…
“Re, kita jenguk Dila yuk.” ajakku.
“Oke, yuk berangkat.”
Saat itu juga, aku dan Rere menuju rumah Dila. Sesampainya disana, aku dan Rere dipersilahkan masuk oleh ibunya Dila.
“Hai teman-teman, makasih ya udah mau jenguk aku.” sapa Dila sambil tersenyum senang.
“Iya Dil, sama-sama kok. Gimana keadaanmu sekarang?” tanyaku.
“Udah sembuh kok Ver, gak pusing lagi sekarang.”
“Syukurlah kalau begitu.” kata Rere.
“Berarti besok udah bisa masuk sekolah kan Dil?” tanyaku.
“Iya dunk.”
Pukul 15:30 WIB, aku dan Rere pamit untuk pulang. Di perjalanan pulang, aku melihat Kak Kevin sedang ngobrol sama pacarnya. Kak Kevin adalah kakak kelasku, dia yang membuat aku tertarik dengan ekstrakurikuler pramuka. Gara-gara dia ikut pramuka, aku jadi ikut-ikutan milih pramuka sebagai ekstrakurikulerku. Entah kenapa tiap aku liat dia, hatiku selalu berdebar. Inikah yang namanya cinta? Aku nggak tahu.
Di sisi lain, aku bisa sebel sama dia kalau lagi deket sama pacarnya. Selalu ada rasa cemburu yang menyelimutiku. Kadang aku berharap dia bisa cepat putus sama pacarnya.
“Ver, kok nglamun aja sih.” kata Rere yang membuyarkan lamunanku.
“Eh…emm nggak apa-apa kok Re.” jawabku gugup.
“Hayoo ada apa, nglamunin apa sih Ver, cerita dunk ke aku, sapa tahu aku bisa bantu.”
“Emm besok aja deh Re ceritanya.”
“Beneran ya Ver.”
“Iya, aku janji deh.”
***
Jam di dinding menunjukkan pukul 9 malam, biasanya aku sudah tertidur pulas. Namun kali ini mataku tak bisa terpejam. Masih terbayang wajah Kak Kevin dan aku tidak bisa menghilangkannya dari pikiranku. Kenapa aku selalu memikirkannya? Padahal dia sudah punya pacar. Kenapa aku masih berharap sama dia? Aarrgghh…entahlah.
***
Keesokan paginya aku menceritakan semua tentang Kak Kevin pada Rere dan Dila.
“Hah! Beneran Ver kamu suka sama dia?” tanya Rere.
“Iya, beneran. Napa sih, gak boleh ya?”
“Ya boleh aja Ver. Ya udah kamu tenang aja, ntar aku bantu deh. Kebetulan aku selalu satu angkot sama dia kalau berangkat sekolah.”
“Beneran ya Re, kamu mau bantu aku. Makasih ya.”
Aku memeluk Rere saking senangnya.
“Cie…cie Vera. Senangnya yang lagi kasmaran.” goda Dila.
Akupun hanya tersenyum malu.
Hari-hari kulalui dengan hati gembira. Gara-gara Kak Kevin aku jadi semangat untuk sekolah. Apalagi setelah aku mengetahui kalau Kak Kevin sudah putus sama pacarnya. Setelah dua bulan menunggu, akhirnya Rere berhasil jadi mak comblangku. Kak Kevin mulai mendekatiku dan lebih sering mengajak aku ngobrol. Meskipun awalnya gugup tapi lama-lama jadi terbiasa ngobrol ma dia. Tidak terasa sudah dua bulan aku dekat sama dia. Dan inilah saat yang aku tunggu…
Disaat pulang sekolah, dia datang ke kelasku dan mengajakku ke taman belakang sekolah.
“Ver, aku boleh nggak ngomong sesuatu sama kamu?”
“Emm…boleh kok Kak, emang mau ngomong masalah apa Kak?”
“Sebenarnya selama ini aku suka sama kamu Ver, aku sayang sama kamu. Apa kamu mau jadi pacarku?”
Ya Tuhan, terima kasih Kau telah mengabulkan doaku selama ini, batinku. Aku seneng banget.
“Aku juga sayang kok sama Kak Kevin, dan…aku mau jadi pacarnya Kak Kevin.”
“Beneran Ver? Makasih ya. I love u.” kata Kak Kevin sembari memelukku.
“I love u too Kak.”
***
Keesokan harinya, kuceritakan kalau aku sudah berpacaran dengan Kak Kevin pada dua sahabatku, Rere dan Dila.
“Selamat ya Vera, Aduh aku ikutan seneng.” kata Dila.
“Iya Ver, aku juga seneng banget. Ngomong-ngomong nggak ada traktiran nih. Hehehe.” kata Rere.
“Iya deh aku pesenin bakso ya, tapi bayar sendiri-sendiri. Hahaha.” candaku.
“Iih Vera, masa sama sahabatnya sendiri pelit gitu sih.” kata Rere dengan ekspresi cemberut.
“Iya iya aku traktir, kan aku tadi cuma bercanda aja. Jangan cemberut gitu dunk.”
“Hehehe…Ya udah yuk ke kantin.”
Mulai detik itu aku selalu ceria, karena selain punya sahabat yang baik dan selalu ada buat aku, aku juga punya pacar yang baik dan yang selama ini aku idam-idamkan. Terima kasih Ya Tuhan Kau berikan kebahagiaan ini untukku. Akhirnya aku bisa menemukan cinta pertamaku.
:I Love U Kak Kevin:
Oleh:
Vera Eka Ristanti_SMKN 4 Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s