Kebutaan Hati Melihat Perjuangan Guru


Nama : Rizki Lailul Janah
Kelas : XII RPL
Asal Sekolah : SMKN 12 Malang

Kebutaan Hati Melihat Perjuangan Guru
Guru adalah sosok yang berarti untuk kita. Guru yang memberikan ilmu kepada kita. Guru jugalah yang membuat kita menjadi orang yang berilmu, dari yang tidak mengerti menjadi mengerti, dari yang tidak bisa menjadi bisa. Guru selalu memberikan hal yang terbaik, dengan penuh kesabaran seorang guru selalu menyampaikan ilmunya meskipun kita sebagai murid sering mencemooh, memprotes, selalu membuat kesal, menilai guru kurang tegas, terlalu lambat, terlalu cepat, dan lain sebagainya. Andai saja kita berada di pihak guru apakah kita akan sabar? Pasti jawabanya adalah tidak. Jika kita berada pada posisi guru kita pasti akan marah, geram, dan pasti kita berfikir “Aku sudah memberikan yang terbaik, tapi kenapa mereka bersikap seperti itu.” Tapi itu semua tidak berarti untuk guru, meskipun kita sering membuat guru kesal, atau bahkan menjatuhkan namanya, guru tetap sabar, guru tetap akan berbagi ilmu kepada kita. Betapa beratnya tugas guru, tapi mengapa kita tidak pernah menghargai, mendengar, dan memahami mereka?
Sering kita sebagai murid lebih meninggikan ego kita, setiap guru yang kita anggap salah, kita langsung menghakimi tanpa mendengarkan penjelasan dari beliau. Mengapa kita tidak bisa meredam ego yang kita miliki? Karena kita merasa lebih pintar, kita merasa lebih bisa, kita merasa lebih mampu untuk mengerjakan semua itu, dan setiap perkataan guru tidak kita dengar karena kita menganggap hal itu sepele. Apakah ini yang bisa kita lakukan untuk menghargai guru? Saya rasa ini bukanlah cara kita menghargai jasa seorang guru, tapi cara ini adalah cara untuk menjatuhkan seorang guru, apakah ini yang kita inginkan? Seorang guru bisa saja meninggikan ego mereka, seorang guru bisa saja menjatuhkan seorang murid, seorang guru juga bisa saja tidak mengacuhkan muridnya,
tapi beliau tak sampai hati melakukan semua itu. Beliau tidak pernah meninggikan egonya, beliau selalu sabar kepada kita, beliau selalu mengajarkan apa yang beliau bisa.
Guru adalah salah satu perantara Allah SWT. untuk memberikan ilmu kepada kita, karena sesungguhnya semua ilmu adalah ilmunya Allah. Melalui gurulah kita bisa mempelajari ilmu tersebut, serta menerapkannya dalam kehidupan kita. Selain itu guru adalah orang tua kedua kita, pasti guru menginginkan yang terbaik untuk anak didiknya, memberikan yang terbaik dan berharap menghasilkan anak didik yang terbaik pula agar bisa menjadi generasi penerus yang dapat mengharumkan nama bangsa. Selain ilmu, guru juga memberikan nasihat-nasihat bagi kita, tak lelah guru mengingatkan kita untuk melakukan sesuatu yang berguna. Seorang guru selalu mewanti-wanti agar anak didiknya tidak terjerumus dalam jurang kemaksiatan. Itulah tugas guru selain membagikan ilmu, guru juga mengayomi, membimbing, dan mendidik semua anak didiknya.
Guru banyak memberikan inspirasi untuk saya, memberikan masukkan ketika saya bingung melakukan sesuatu, memberikan nasihat ketika saya berbuat salah, memberikan pencerahan ketika hati saya kalut, memberikan motivasi yang bisa membangkitkan semangat saya ketika dalam keterpurukan. Itulah yang memberikan semangat baru pada diri saya. Dari sosok guru banyak hal yang bisa saya ambil yaitu kesabaran, ketegasan, kegigihan, semangat yang terus membara, ketekunan, dan kepedulian. Hal-hal itulah yang membuat hidup saya lebih berarti.
Terima kasih guruku, terima kasih atas semua jasamu. Engkau adalah pahlawan bangsa, jangan pernah letih mengajar anak-anak bangsa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s