Modul agama XII RPL smt 1 2011


BAB I
Mengembangkan Sikap Toleran
A. Materi Pelajaran
                  •             
1. Katakanlah: “Hai orang-orang kafir,
2. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.
3. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang Aku sembah.
4. Dan Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,
5. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang Aku sembah.
6. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.”

1. Penerapan Ilmu Tajwid
NOMOR ILMU TAJWID
2,5,10,14,19,20,23 Mad lazim mutsaqa kalimi
3,624, Mad aridh lis sukun
1,4,7,11,13,17,21 Mad jaiz munfasihil
8,18 Ikhfa’
19 Mad badal
12,22 Qalqalah
15 Idgham bi ghunanh
16 Idgham mutamasilain

2. Kandungan Ayat
Surah al-Kafirun yang terdiri dari enam ayat ini termasuk surah Makkiyah. Ia diturunkan sesudah surah al-Ma’mun. Tiga pokok isi surah ini yakni:
• Pernyataan yang sangat tegas bahwa tuhan yang disembah Nabi Muhammad saw. Dan para pengikutnya adalah Allah. Allah bukanlah sesembahan yang disembah orang-orang kafir.
• Nabi Muhammad tidak akan pernah menyembah apa yang disembah oleh orang kafir. Sesembahan orang kafir adalah berhala yang tidak bias member manfaat atau mudarat. Sebaliknya, sesembahan Nabi Muhammad Saw.dan para pengikutnya adalah Tuhan yang maha sempurna, Allah.
• Sikap toleran terhadap agama lain. Islam memang agama yang benar. Benar-salah tentang keyakinan diserahkan kepada Allah . Namun, bagi muslim, sumber kebenaran itu adalah al-Qur’an.

A. Surah Yunus, 10:40-41
 •    •                         
40. Di antara mereka ada orang-orang yang beriman kepada Al Quran, dan di antaranya ada (pula) orang-orang yang tidak beriman kepadanya. Tuhanmu lebih mengetahui tentang orang-orang yang berbuat kerusakan.
41. Jika mereka mendustakan kamu, Maka Katakanlah: “Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. kamu berlepas diri terhadap apa yang Aku kerjakan dan akupun berlepas diri terhadap apa yang kamu kerjakan”.

1. Penerapan Ilmu Tajwid
Nomor Ilmu Tajwid
1,4 izhar
2,16 Idgham bi la ghunnah
7,18 Mad aridh lissukun
8,12 ikhfa
9,10,11 Mad thabi’i
13,15 Mad jaiz munfashil
14,17 Ghunnah
13,15 Mad wajib muttashil
2. Kandungan Ayat
Surah Yunus terdiri atas 109 ayat. Ia termasuk surah Makkiyah, Kecuali ayat 40, 94,95, yang diturunkan ketika nabi Muhammad berada dimadinah.
Pada awal surah, ada dua hal yang diimformasikan Rasulullah saw. Kepeda penduduk Makkah.:
• Perkenalan bahwa Allah adalah pencipta dan pengendali alam semesta. Hanya kepadanya seluruh makhluk harus tunduk-patuh.
• Ajakan untuk meyakini adanya kehidupan akhirat setelah kehidupan dunia yang fana diakhirat, seluruh manusia dimintai pertanggung jawaban tentang segala hal yang telah diperbuatnya didunia .
Terhadap ajakan Rasulullah saw. Penduduk Makkah terpecah menjadi dua kelompok. Pertama kelompok yang menerima ajakan. Jumlah anggota kelompok ini masih sangat sedikit. Kedua kelompok penentang. Mereka mengintimidasi gerakan dakwah Rasulullah. Sikap Rasulullah saw. Terhadap mereka yang menolak ajakannya.
1. Gambaran pengelompokan penduduk Makkah atas dasar iman. Sebagian beriman sebagian lainanya ingkar. Allah menyerahkan pilihan iman dan kafir kepada manusia sesuai dengan kecendrugannya. Namun, pilihan iman atau kafir itu pasti mendatangkan akibatnya sendiri-sendiri.
Penyebab penduduk Makkah menolak seruan Rasulullah saw. Adalah:
• Merasa cukup terhadap pengetahuan mereka . Dia melihat dirinya serba cukup (al-Alaq96: 7)
• Terikat kuat dengan tradisi.kami hanya beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami(QS. Al-Baqoroh,2:91)
2. Orang yang mengingkari ayat Allah dan menimbulkan kerusakan dibumi. Itulah perbuatan fasik. Fasik adalah orang yang memutuskan perjanjian dan tidak pernah melaksanakan perintah Allah.
3. Sikap toleran yang diperlihatkan Rasulullah saw. Atas perintah Allah. Dalam hal ini harus belajar untuk berlapang dada terhadap perbedaan dan berjiwa besar. Kitajuga harus belajar toleran terhadap orang yang berbeda dengan kita.

B. SURAH Al-Kahfi
               •                 
29. Dan Katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; Maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) Biarlah ia kafir”. Sesungguhnya kami Telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.(Q.S al-Kahfi 18:29)

1. Penerapan Ilmu Tajwid
Nomor Ilmu Tajwid
1 Idhgam bila ghunnah
2,5 Ikhfa
3,6,23,27 Mad wajib muttasill
4,18 Idgham bi ghunnah
7 ghunnah
9 Qalqalah
10,11,12,13,15,16,17,19,20,21,22,25,26 Mad thabi’i
14 Izdhar
28 Mad iwad
2. Kandungan Ayat
Surah al-Kahfi termasuk surah Makkiyah. Dinamai al-Kahfi artinya Gua dan Ashabul Kahfi artinya penghuni Gua. Kedua nama ini diambil dari cerita tentang beberapa pemuda yang tidur diguabertahun-tahun lamanya. Selain cerita itu, ada pula beberapa cerita lain yang semuanya mengandung pelajaran yang sangat berguna bagi manusia.
o Kebenaran itu bersumber dari Allah SWT. Terhadap kebenaran itu, Allah SWT member kebebasan kepada manusia untuk percaya atau tidak percaya. Siapa yang percaya, silakan percaya dan ia akan mendapatkan balasan. Siapa yang ingkar, biarlah ia ingkar dan ia harus menerima balasannya.
o Balasan orang yang dhalim adalah neraka yang menyengsarakan. Maksudnya jika pilihan ingkar yang diambil, kesengsaraan dunia dan akhirat harus dihadapi. Siapkah kita untuk menerima balasan atas apa yang kita lakukan.


Soal Ujian

I. Jawablah pertanyaan berikut ini dengan member tanda silang (x)pada huruf a,b,c,d,atau e.

1. ‘ya-ayyuhal kafirun”, kata” ya-ayyuhal” harus dibaca……
a. Mad wajib muttashil
b. Mad jaiz munfashil
c. Mad arid lisukun
d. idhar
2. Laa a’budu maa ta’buduun’ kata” ta” budun” harus dibaca……….
a. Mad arid lisukun
b. Mad jaiz munfashil
c. Ikhfa’
d. Mad wajib muttasil
3. Ayat yang berbunyi “ lakum dinukum waliyadin” arinya…………..
a. Kamu harus mengikuti agamaku
b. Untukmu agamamu dan untukku agamaku
4. Pada surah yunus” terdapat ayat yang berbunyi “ waminhum manyu’minu bihi” kata manyu’minu ‘ dalam ilmu tajwid dibaca….
a. Idgham bighunnah
b. Idgham bila ghunnah
c. Idhar
d. Ihfa’
5. Didalam beragama kita tidak boleh memaksa orang lain untuk mengikuti agama kita terdapat dalam surah….
a. Surah al-Baqarah.
b. Ali Imran
c. An-Nisa’
d. Al-mu’minun
6. Ada beberapa pemuda yang tidur digua selama beberapa tahun yang disebut…
a. Ashabul jannah
b. Ashabul naar
c. Ashabiyah
d. Ashabul kahfi
7. “Al-Haqqu minrabbik” kebenaran itu dari tuhanmu” menunjukkan bahwa kebenaran Allah bersifat…
a. Absolute-mtlak
b. Relative-nisbi
c. Semiabsolut
d. Semirelatif
8. Surah al-kafirun, Yunus, dan al-Kahfi termasuk surah..,
a. Madaniyah
b. Makkiyah
c. Makkiyah yang diturunkan diMadinah
d. Madaniyah yang diturunkan di Makkah.


BAB II
ILMU DAN ETOS KERJA MUSLIM

A. SURAH AR-RA’DU AYAT 11
                             •         
Artinya: Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah[767]. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan[768] yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
1. Kandungan Ayat
Manusia diperintahkan untuk bekerja keras, karena hanya dengan kerja keras sajalah manusia bisa mengalami kemajuan dan meraih kebahagiaan. Sebaliknya orang yang malas bekerja akan terperosok pada kegagalan, kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan.
Allah tidak akan mengubah nasib suatu masyarakat sampai manyarakat tersebut mau merubah dirinya. Maju mundurnya suatu masyarakat atau berhasil dan gagalnya seseorang akan banyak dipengaruhi sejauh mana usah yang ia lakukan. Perintah bekerja adalah sesuai sesuai dengan fitrah manusia yang merupakan makhluk pekerja,kita akan bingun kalau kita menjadi makhluk pengangguran. Sebab dengan kita tidak bekerja,maka kita tidak akan bisa memenuhi kebutuhan hidup kita dan keluarga kita.

B. SURAH AL-MUJADALAH, 58: 11
1.                                 
Artunya.. Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan (QS. Al-Mujadalah )

1. Penerapan Ilmu Tajwid
NOMOR ILMU TAJWID
1 Mad ja’iz mutsaqal kalami
2,3,4,5,6,7,8,11,12,14,16,18,20,22,23,24,27,28,29 Mad thabi’i
3,19,23 Mad badal
10,17,26 Lam jalalah
13, 15, 21 Ikhfah
19 Mad arid lis sukun

2. KANDUNGAN AYAT
Surah al mujadalah terdiri atas 22 ayat. Ia termasuk Surah Madaniyah yang turun sesudah surah al-Munafiqun. Surah ini dinamai al-Mujadalah ( wanita yang mengajukan gugatan) karena menjelaskan bantahan seseorang perempuan, bernama Khaulah binti Tsa’labah terhadap suaminya yang telah menzhiharnya. Pokok isinya tentang hokum Zhihar dan adab dalam majlis.
1. Semangat (etos) untuk mencari ilmu. Bagi para pencari ilmu, sikap berlapang hati terhadap lmu akan menjadi pembuka kelapangan hidup. Hidup yang lapang adalah kehidupan yang baik.
2. Perintah “ berdirilah kamu” merupakan symbol tentang pengalaman. Ilmu menjadi sumber utama bagi kecakapan diri, Iman menjadi dasar utma untuk memacu semangat diri. Jadi ilmu disebut bermanfaat bila sesuatu yang telah diketahui( pengetahuan) itu berlanjut dalam bentuk perilaku. Dengan begitu, ketinggian derajat atau kemuliaan diri pasti diraih, bagaimana dengan kita.?

C. SURAH AL-JUMU’AH, 62: 9-10
                                      
Artinya: Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli[1475]. yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu Mengetahui.
10. Apabila Telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.

Maksudnya: apabila imam Telah naik mimbar dan muazzin Telah azan di hari Jum’at, Maka kaum muslimin wajib bersegera memenuhi panggilan muazzin itu dan meninggalakan semua pekerjaannya.
D. Pengayaan tentang Etos Kerja
Pandangan Islam tentang Hidup Dan Kerja
a. Hidup dan kehidupan adalah milik Allah. Allah yang menghidupkan, member rizki dan mematikan semua makhluknya termasuk kita
b. Allah menciptakan manusia untuk beribadah kepadanya. Shalat, hidup dan mati kita hanya untuk Allah dan harus dilakukan dengan semangat etis, berterima kasih kepada Allah dan sesame.
c. Beribadah kepada Allah harus dilakukan dengan yang terbaik. Karena Allah, hanya akan menerima yang terbaik.
d. Hidup dan etos kerja bagaikan sisi mata uang. Kerja akan bernilai ibadah apabila diniatkan dalam rangka memperoleh ridha Allah.
e. Bekerja merupakan nkmat dan anugrah dari Allah.

SOAL UJIAN.
1. “ innallaha layughayyiruma biqaumin hatta yughayyiruma bi anfusihim” adapunmaksud penggalan ayat ayat di atas adalah….
a. susungguhnya Allah akan menjamin kehidupan manusia.
b. Sesunggunnya Allah akan member rizki kepada manusia,jika dia berusaha
c. Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasub suatu kaum, sehingga mereka merubahnya sendiri.
2. kemukakan kandungan surah AR-RA”DU?
a. manusia diperintahkan untuk bekerja keras, kerena dengan bekerja keras manusia akan mencapai kesuksesan dan meraih kebahagiaan.
b. Manusia diperintahkan bekerja dan berdoa
c. Segala sesuatu sudah tercatat ditangan Allah swt.

3. apa bahaya dari orang malas bekerja?
a. akan menyebabkan penganguran
b. akan mudah dimasuki hal-hal yang nigatif
c. akan sulit mendapatkan uang
4. jelaskan kandungan ayat”faida kudiayati sholatu fantasyiru fil ardi”
a. apabila selesai melakukan solat maka berdoalah kepada tuhan
b. apa bila adzan dikumandangkan, maka segeralah menunaikan sholat.
c. Apabila selesai melaksanakan sholat, maka bertebarlah dibumi untuk bekerja

5. jelaskan maksud dari potongan ayat ini” ida nudiya lissholati fas au ila dzikrillah”
a. apabila diserukan untuk menunaikan sholat, maka bersegeralah untuk mengingat Allah(sholat)
b. apabila selesai melaksanakan sholat, maka tetaplah berdzikir kepada Allah
c. apabila selesai melaksnakan sholat maka bertebarlah dibumi
6. perintah”fas’aw ila dzikrillah wa dzarul bai’a” berkaitan dengan perintah Allah kepada setiap mukmin agar…
a. meninggalkan salat jum’at dan terus berjualan
b. meninggalkan jual beli dan mendirikan solat jum’at.
c. Meninggalkan jual beli dan mengabaikan salat jum’at
7. Yafsahilla lakum” artinya…
a. Niscaya Allah member kelapangan untukmu
b. Allah akan memberi kesulitan
c. Allah akan memberimu rizki
8. “ bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkan jual beli” adalah terjemahan dari kalimat…
a. Tafassahu fil majalis
b. Fas’au ilaa dzikrillah wa dzarul ba’i
c. Saari’u ilaa maghfiratin min Allah.


BAB III

HIKMAH DAN FUNGSI IMAN KEPADA HARI AKHIR

A. Materi Pokok
Keimanan pada hari akhir adalah salah satu rukun iman dan merupakan rukun iman yang kelima dan hal tersebut termasuk masalah sam’iyatnyaitu masalah-masalah yang hanya kita ketahui dan kita percayai berdasarkan pemberitaan Al-Qur’an dan hadist-hadist nabi semata dan tidak bisa dibuktikan dengan penemuaan panca indra.
Kiamat merupakan peristiwa yang pasti terjadi. Namun tidak seorangpun yang tahu kapan terjadinya. Nabipun tidak tahu kapan terjadinya hari kiamat. Hari ni mengandung hikmah tersendiri, sehingga membuat manusia exstra hati-hati dan segera mempersiapkan bekal sebanyak-banyaknya untuk perjalanan akhirat.
• Pengertian iman kepada hari kiamat.
Pengertian iman kepada hari kiamat adalah mempercayai bahwa seluruh ala mini pada suatu saat nanti akan mengalami kehancuran . Iman kepada hari akhir juga mengakui bahwa setelah kehidupan didunia aka nada kehidupan yang kekel abadi yaitu kehidupan akhirat.
• DASAR BERIMAN KEPADA HARI KIAMAT
o AL-QUR’AN surah Al-Baqarah ayat 4.
            
4. Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang Telah diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang Telah diturunkan sebelummu[17], serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat[18].

o QS. Al-Baqarah ayat 4
            

Artinya:
Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang Telah diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang Telah diturunkan sebelummu[17], serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.
o Hadist HR.Muslim tentang rukun iman

“ iman itu ialah engkau percaya kepada Allah Swt.Malaikat-nya,kitab-kitabnya, rasul-rasulnya,hari kemudian dan percaya kepada qada’dan qadar.”
• KIAMAT SUGHRA
Kiamat sughra adalah berakhirnya kehidupan masing-masing makhluk. Setiap makhluk yang hidup akan menemui kematian atau setiap makhluk akan mengalami kepunahan atau kehancuran.(lihat QS. Ali Imran ayat 185). Tidak ada yang abadi, yang abadi hanya Allah Swt.
           
. Semua yang ada di bumi itu akan binasa dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.
Manusia yang merupakan bagian kecil dari alam ini juga akan mengalami kiamat sughra, ia akan mati. Maut adalah terpisahnya roh dan jasad. Dalam Al-qur’an dikenal dengan istilah ajal.
Maut adalah pasangan dari hidup (hayat). Kedua hal tersebut harus dan pasti dialami setiap insane. Hal tersebut merupakan peristiwa yang Allah ciptakan untuk menguji manusia siapa diantara mereka yang lebih baik amalnya.
            
Artinya: Yang menjadikan mati dan hidup, supaya dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. dan dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,(QS. Al-mulk.2)
• KIAMAT KUBRA
Kiamat kubra adalah musnahnya alam semesta secara serempak atau berakhirnya seluruh kehidupan makhluk secara serempak.
Mengenai kapan kiamat kubra akan terjadi, maka tidak seorangpun yang tahu kecuali Allah SWT, tetapi yang jelas kiamat pasti terjadi.
                                        ••   
Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak Mengetahui”.

Dari keterangan Allah dalam ayat al-Qur’an tersebut jelas bahwa hari kiamat itu pasti akan terjadi. Oleh karena itu kamu harus percaya(beriman) kepada adanya hari Qiamat tersebut.
• PROSES KIAMAT
Kehancuran hari kiamat banyak diulas didalam Al-Qur’an dengan uraian yang sangat rinci. Hari itu adalah hari goncangan yang sangat dahsyat. Isi perut bumi berhamburan keluar. Gunung bagaikan bulu yang dihamburkan. Manusia bagaikan anai-anai yang berterbangan mereka linglung dan sangat ketakutan. Setiap diri dihempaskan bagai anai-anai berterbangan. Karena takut,manusia berteriak,” ma laha? (mengapa bumi jadi begini).
             

• NAMA-NAMA HARI KIAMAT
a. Yaumul kiamah artinya hari kiamat
b. Yaumul akhir artinya hari akhir
c. Yaumul zal-zalah artinya hari kegoncangan
d. Yaumul waqi’aaah artinya hari yang dahsyat
e. Yaumul haqqah artinya hari kebenaran
f. Yaumul qariah artinya hari membingungkan
g. Yaumul asir artinya hari penuh kesengsaraan.
h. Yaumul ba’ast artinya hari kebangkitan.
• TANDA-TANDA KIAMAT
a. Ilmu agama dianggap tidak penting lagi
b. Hamba sahaya perempuan dikawini tuannya
c. Pembunuhan merajalela
d. Fitnah muncul dimana-mana
e. Banya terjadi gempa bumi
f. Banyak manusia yang menginginkan mati
g. Banyak praktik perzinaan karena mendapat izin dari penguasa
h. Minuman keras meraja lela
i. Jumlah perempuan lebih banyak dari pada laki-laki.
j. Munculnya dua golongan besar yang saling membunuh dan sama-sama mengaku memperjuangkan agama islam.
k. Lahirnya dajjal mengaku dirinya sebagai utusan Allah. Orang yang banyak berbohong.

Soal-soal
1. Apa yang dimaksud dengan kiamat sughra?
a. Kiamat kecil
b. Kematian
c. Hancurnya alam semesta
d. Kiamat besar
2. Apa yang dimaksud dengan kiamat kubra?
a. Hancurnya alam semesta
b.
3. Sebutkan dasar beriman kepada hari akhir?
a. Surah al-Baqarah ayat 4
b. Surah al-Baqarah ayat 1
c. Surah an-nas ayat 2
d. Surah ali-Imran ayat 3
4. Sebutkan nam-nama hari kiamat di Al-Qur’an?
a. Yaumul akhir, zalzalah, mutmainnah.
b. Yaumul hisab, waqiah, syadidah
c. Yaumul ba’s, hamidah, baqia’h
d. Yaumul hisab, zalzalah, waqiah
5. Sebutkan tanda-tanda kiamat?
a. Ilmu agama tidak dianggap penting lagi
b. Banyaknya tipu muslihat
c. Al-Qur’an diangkat
d. Banyaknya kejahatan dimana-mana
6. Jelaskan maksud kandungan ayat dibawah ini……
           


BAB 4
ADIL, RIDHA DAN AMAL SALEH
A. Meteri
Adil
Adil merupakan perbuatan yang sangat ditekankan oleh Islam, Bahkan sikap adil menjadi salah satu kerakter seorang muslim.
1. Keadilan dalam Islam
Sikap adil merupakan salah satu jiwa kepemimpinan dalam Islam. Pemimpin yang adil akan menjadi pendukung keberkahan bagi keluaraga, pemerintah, dan bangsa. Masa kekhalifahan Umar bin Abdul Aziz adalah contoh nyata. Masa kepemimpinannya dipenuhi oleh berkah Allah. Mengapa? Karena Umar bin Abdul Aziz memimpin dengan sikap adil, amanah, wara’dan zuhud.
 •     
Artinya: Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan,
Sikap adil merupakan pilar utama bagi pemerintahan yang baik. Betapa banyak kekuasaan yang hancur kerena sikap otorinter.
Berdasarkan arah pelaksanaannya adil dibagi dua jenis:
 Adil yang berhubungan dengan perseorangan dan
 Adil yang berkaitan dengan masyarakat dan pemerintah.
Adil perseorangan adalah tindakan seseorang ketika ia member hak kepada penerimanya. Pemberian tanpa ada pengurangan sedikitpun. Seseorang disebut adil bila ia mengambil haknya tanpa mengganggu hak orang lain. Seseorang bisa disebut adil bila ia member hak orang lain tanpa menguranginya sedikitpun.
Adil dalam bermasyarakat berbentuk tindakan hakim dalam memutuskan perkara. Keputusan hakim disebut adil bila ia menghukum pelaku criminal atau pihak-pihak yang bersengketa berpijak kepada keadilan dan kebenaran.Sebaliknya keputusan Hakim bisa disebut dzalim bila dilakukan karena desakan uang atau sogokan materi.
Rida
Rida artinya rela, senang hati, merasa puas, berkenan dan rahmat. Al-Qur’an banyak mencantumkan kata rida dalam berbagaibentuk.
 Rela untuk melaksanakan sesuatu karena mencari rida Allah.
 Senang hati karena mendapatkan curahan kasih saying Allah karena mau mengeluarkan harta.
 Tenang hatikarena mendekati Allah.
 Sikap menerima keputusan Allah dengan lapang, tanpa rasa berat atau menolaknya.
Rida adalah keadaan Qalbu (hati). Disebut rida jika kita merasa senang dan menerima segala keputusan Allah dan Rasulnya. Rida juga merupakan tahapan untuk mendekati Allah. Rida yang baik akan menumbuhkan mahabbatullah(cinta kepada Allah)dan mahabbaturrasul(cinta Rasulullah). Jika kita rida kepada Allah, Allah pasti rida kepada kita. Rida Allah kepada kita dalam bentuk pemberian balasan. Dia akan menambahkan nikmatnya kepada kita. Dia akan meningkatkan kemulyaannya dan member ketentraman hati..
Wujud rida seseorang kepada Allah adalah sikap sungguh-sungguh untuk melaksanakan perintahnya. Ia juga tunduk-patuh kepada hokum dan ketentuannya. Ia tidak merasa berat sedikitpun. Jadi hakikat rida adalah
 Sikap teguh hati terhadap ketentuan Allah: melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya.
 Tetapnya hati untuk menjaga keadaan diri agar mulia dan indah perilakunya.
 Hati yang yakin bahwa segala sesuatu yang dating dari Allah pasti baik.
 Ihsan dalam bermuamalah atau bermasyarakat.
Amal Saleh
Allah adalah pencipta, pemilki dan pengatur alam semesta. Manusia adalah makhluk ciptaannya. Manusia memainkan dua posisi: abdun (hamba)dan khalifah( wakil Allah). Sebagai hamba,manusia harus patuh kepada Allah. Manusia juga diangkat oleh Allah sebagai khalifah dibumi.
Dalam bahasa fikih, hubungan manusia dengan Allah ini disebut ibadah. Ibadah dibagi dua: Ibadah mahdhah dan ibadah ghairu mahdah. Ibadah mahdah adalah ibadah yang berhubungan secara vertical kepada Allah, Misalnya, salat,puasa, dan haji. Ibadah vertical juga bisa disebut ibadah ritual. Bila ibadah ritual itu dilaksanakan, ia akan mengahasilkan amal saleh individual. Ibadah ghairu mahdah bisa disebut ibadah khorisontal. Misalnya sadekah atau membantu orang lain. Jika ibadah horizontal dilaksanakan, ia akan mengahsilkan amal saleh social. Ibadah horizontal dalam kehidupan sehari-hari berkaitan dengan orang lain. Jadi mencari nafkah dagang termasuk saleh social.
a. Amal Saleh Individual.
Islam mengajak umatnya untuk beriaman dan beramal saleh dengan benar. Bahkan Rasulullah mengingatkan uamatnya untuk tidak menganggap sepale amal saleh. Amalsaleh individual berarti amal saleh yang berkaitan dengan pribadi, baik sifat maupun sikap mental.
Melakukan seluruh rukun Islam yang lima adalah amal saleh.
b. Amal Saleh Sosial
Manusia adalah makhluk social. Manusia bisa hidup mandiri, tetapi tidak bisa hidup sendiri. Ia pasti membutuhkan bantuan orang lain. Dalam hal ini, kasih saying dan saling member perhatian terhadap sesame merupakan salah satu norma dasar amal saleh social terpenting. Secara harfiah, amal saleh social berarti berbuat baik terhadap sesame dalam bentuk saling memberi.
Adapun bentuk-bentuk amal amal saleh social antara lai:Amal saleh social terhadap orang tua, amal saleh social terhadap karib-kerabat., Amal saeleh social terhadap anak-keluarga, amal saleh social terhadap tetangga, amal saleh social terhadap masyarakat, amal saleh social terhadap desa dan Negara dan beramal saleh terhadap Alam.
Keuatamaan Amal Saleh
 Mendapatkan pahal, termasuk dari orang-orang yang mengikuti perilaku baiknya.
 Member banyak manfaat bagi sesame dalam bentuk pengorbanan pikiran, waktu, tenaga dan harta.
 Manifestasi dari sikap peduli dan cinta sesame
 Mendatangkankasish saying Allah
 Menangkal adzab karena Allah akan mangazabkaum selama mereka meminta ampuanan.
 Mendatangkan kemakmuran.

Soal:

1) Sesungguhnya Allah menyuruhmu berlaku adil dan berbuat kebajiakan” Penegasan ini terdapat di surat…
a. Surat an-Nahl c. surat al-mu’minun
b. Surat al-Baqarah d. surat al-adl
2) Tindakan mengikuti hawanafsu muhlikat, sedangkan tindakan mengikuti petunjuk Allah swt itu disebut munjiat, Muhlikat artinya…..
a. Yang menyelamatkan
b. Yang meluruskan
c. Yang meyesatkan
d. Yang menghancurkan.
3) Sebaliknya sifat munjiat berarti:
a. Menyelamatkan
b. Member keselamatan
c. Meluruskan
d. Melapangkan.
4) “ jika penduduk negeri beriman dan bertaqwa, pasti kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi” jaminan Allah terdapat dalam surah…
a. Surat al-Baqarah
b. An-nisa’
c. Lukman
d. Al-a’raf

5) Tindakan anaiaya dan tidak adil dalam memutuskan perkara karena bersifat subjektif disebut tindakan…
a. Adil
b. Rida
c. Dhalim
d. Amanah

BAB 5
MUNAKAHAT
A. Makna dan Hukum Nikah
Pernikahan atau perkawinan adalah salah satu sunnatullah. Bagi manusia, ia tidak mungkin dipungkiri. Hukum perkawinan berlaku untuk makhluk Allah: manusia, hewan, dan tumbuhan. Nikah berarti(a) perjanjian antara laki-laki dan perempuan untuk bersuami istri secara resmi (b) perkawinan.
      •       
Artinya: Kemudian kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), Maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak Mengetahui.
1. Apakah Nikah Itu?
Ada tiga istilah pernikahan, yakni an-nikah, az-zawwaj berarti berarti pasangan. Melalui pernikahan, seseorang mendapatkan pasangan hidup. Pasangan itulah yang menjadi tempatnya berlabuh.
Kata lainnya adalah wahabat, artinya memberikan atau menyerahkan diri. Kata ini hanya diperuntukkan bagi Rasulullah saw kata melukiskan kedatangan seseorang perempuan yang menyerahkan dirinya” kepada Rasulullah untuk dinikahi.
            ••   •      
Artinya: Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.(Q.S. ar-Rum 30:21)
2. Hukum menikah
Dalam pernikahan, ada banyak aturan yang harus ditaati. Pelanggaran terhadap aturan itu sama dengan menghancurkan martabat manusia sebagai makhluk mulia. Penghancuran martabat manusia berarti sama dengan mengikuti zaman jahiliah.
Menurut hokum Islam, pernikahan itu di hokum wajib, sunnah, Haram, mubah dan makruh, Perbedaan hokum ini bisa tergantung pada kondisi orang yang hendak menikah.
• Wajib bagi orang yang mampu dan ia khawatir terjerumus dalam kemaksiatan.
                   
Artinya: Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian[1035] diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui
• Sunah bagi orang yang mampu secara fisik, mental dan ekonomi, tetapi maish mampu pula menjaga diri. Jika ia menyegerakan untuk menikah, itu lebih baik. Barangsiapa yang menyegerakan untuk menikah, hendaklah ia segera menikah(H.R. Ahmad dan Abi Daud)
• Jaiz artinya boleh inilah asal mula hokum nikah.
• Makruh bagi orang yang belum mampu, tetapi memaksakan diri untuk menikah.
• Haram bagi orang yang menikah karena dorongan hawa nafsunya atau untuk mengelabui orang lain. .

Islam mengharamkan seseorang laki-laki mukmin menikahi perempuan musyrik. Demikian pula sebaliknya. Janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya, wanita budak mukminah lebih baik dari pada wanita musyrikah, walaupun menarik hatimu. Dan, janganlah kamu menikahkan lelaki musyrik dengan wanita mukmin sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak mukmin lebih baik dari pada musyrik walaupun ia menarik hatimu”(Q,S. al-Baqarah)

3. Rukun dan Syarat Nikah
Rukun dan Syarat nikah meliputi:
 Calon suami dan istri
 Wali
 Mahar
 Dua orang saksi
 Ijab Kabul atau akad nikah
a. Calon suami dan istri. Syarat calon suami: Islam atau beriman, bukan mahram, tidak sedang ihram, dan tidak dipaksa. Syarat calon istri: agama islam atau ahli kitab yang qaimah, bukan mahram, tidak bersuami atau tidak dalam masa idah, tidak terpaksa dan tidak sedang ishram.
b. Mahar (maskawin) yakni pemberian dari calon suami untuk calon istri. Mahar diserahkan ketika akad nikah. Besarnya mahar disesuaikan dengan kelapangan rezeki. Mahar pun tidak harus berbentuk materi. Pemberian mahar dihukumi wajib tanpa melihat besar kecilnya.
c. Wali adalah pihak yang menikahkan misalnya ayah kandung. Syaratnya : Islam, dewasa, orang soleh, dan bersikap adil.
d. Saksi adalah orang yang menyaksikan jalannya akad nikah. Jumlahnya dua orang. Syaratnya : Islam, dewasa, orang yang soleh, dan bersikap adil.
e. Ijab Kabul adalah serah terima pernikahan dari wali perempuan kepada calon suami. Ijab ialah ucapan wali.
Siapakah wali itu ? wali nikah dibagi dua : nasab dan Hakim. Wali nasab adalah wali yang memiliki pertalian darah atau termasuk karib – kerabat calon istri:
• Ayah kandung
• Kakek dari pihak ayah
• Saudara lelaki seibu –seayah
• Saudara lelaki seayah
• Anak lelaki dari saudara seayah –seibu
• Anak lelaki dari saudara seayah
• Saudara lelaki ayah yang yang seibu –seayah
• Saudara lelaki ayah yang seayah
• Anak lelaki dari saudara ayah yang seibu seayah
• Anak lelaki dari saudara ayah yang seayah.
4. Hak dan kewajiban Suami Istri
Kewajiban seorang suami antara lain:
• Memberi nafkah. Caranya bekerja untuk mencukupi kebutuhan sandang, pangan dan papan.
• Bergaul dengan anggota keluarga dengan baik: bertanggung jawab dan lemah lembut.
• Member pendidikan yang cukup dan terarah bagi anggota keluarga.
• Menjaga harkat , harga diri dan rahasia atau kelemahan istri.
Kewajiban seorang istri adalah:
• Mematuhi seruan suami yang sesuai dengan Al-Qur’an dan sunnah.
• Menjaga kehormatan diri, harta, dan nama baik suami saat tidak ada dirumah .
       
Soal:
1. Segala sesuatu kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah” Ini menunjukkan kepastian adanya…
a. Sunnah rasul
b. Hokum alam
c. Sunnatullah
d. Hokum perdata.
2. Peryataan nomor 1, terdapat dalam surah.
a. Al-Baqarah
b. An-nisa’
c. Lukman ayat 58
d. Al-a’raf
3. Bagi yang mampu dan ia merasa khawatir terjerumus dalam kemaksiatan, maka menika baginya dihukum wajib…
a. Sunnah
b. Makruh
c. Haram
d. Wajib
4. Dalam Islam hokum asal pernikahan adalah
a. Sunnah
b. Wajib
c. Mubah
d. Makruh
5. Berhimpun dua makhluk yang berbeda jenis disebut…
a. An-nikah
b. Az-zawaj
c. Al-jam’u
d. Al-kawin

BAB 6
AHLAK MAHMUDAH
A. Materi pokok
Salah satu aspek pokok dalam agama kita adalah akhlak. Hanya dengan akhlak manuasia bisa dibedakan dengan binatang, Jika manusia telah berakhlak mulia, maka ia telah sampai pada derajat yang sangat tinggi dan mulia. Namun jika manusia berakhlak tercela , maka ia akan jatuh pada kehinaan dan kesesatan bahkan lebih hina dari
          
mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. mereka Itulah orang-orang yang lalai.(qs. Al A’raf 179)
dalam bab ini kita akan membahas ahlak mahmudah yang meliputi wara’,sabar, tawakkal, qanaah, berfikir positif, percaya diri.

B. WARA’
1. Pengertian wara’
Wara’ berarti menjauhi atau meninggalkan sesuatu yang didalamnya terdapat unsur syubhat(diragukan halal haramnya). Wara’ juga berarti terjauhnya manusia dari sesuatu yang dapat memalingkan dari ingat kepada Allah.
2. Keutamaan wara’
Masalah halal dan haramnya sesuatu yang akan digunakan perlu diperhatikan oleh orang yang ingin mendekatkan diri kepada Allah swt. Sesuatu yang haram disamping mendatangkan dosa , juga akan membutakan hati dan menutupinya dari ingat kepada Allah swt. Orang yang ingin menuju kepada Allah swt , dan melanggengkan ketaatan kepadaNya, orang tidak akan bisa mencapai hal itu tanpa memiliki sifat wara’ terhadap yang diharamkan Allah swt.
Tidak akan masuk surge daging yang tumbuh dari usaha yang haram (H.R. Adz-dzarimi)
Dan hal tersebut sangat berpengaruh pada perkembangan jiwa kita , anak dan istri kita. Serta sangat berpengaruh terhadap ibadah kita . Jika isi perut kita, pakaian yang kita kenakan, sajadah yang kita kenakan serta hal-hal lain yang kita bawa dalam shalat, ibadah haji, doa dan ibadah lainnya, maka ibadah kita tidak akan diterima oleh Allah swt.
‘Sesungguhnya Allah suka jika Dia melihat hamba-Nya berusaha mencari rizki yang halal” (H.R. Ath-Thabrani dan ad Dailami).

C. SABAR
1. Pengertian
Sabar adalah menerima segala sesuatu yang terjadi dengan senang hati . Orang yang ridla menyadari bahwa segala sesuatu yang terjadi merupakan kehendak Allah swt.
2. Bentuk-bentuk sabar
Menurut Al-Ghazali sabar adalah kesanggupan untuk mengendalikan diri, maka kesabaran merupakan upaya penendalian nafsu yang ada dalam diri manusia. Dalam upaya tersebut manusia menjadi tiga tingkatan yaitu:
a) Orang yang sanggup mengalahkan hawa nafsunya, karena ia mempunyai daya juang dan kesabaran yang tinggi.
b) Orang yang kalah oleh hawa nafsunya, ia telah mencoba untuk bertahan atas dorongan nafsunya, tetapi kesabarannya lemah ia kalah.
c) Orang yang mempunyai daya tahan terhadap dorongan nafsunya, tetapi suatu ketika ia kalah, karena besarnya dorongan nafsu, maskipun demikian ia bingung lagi dan terus bertahan dengan sabar atas dorongan nafsu tersebut.
Sabar harus diterapkan dalam tiga hal:
a) Sabar dalam melaksanakan perintah Allah SWT. Mislanya di dalam melaksanakan salat, puasa, haji, dan lain sebagainya dibutuhkan kesabaran sehingga kita bisa istiqamah dan ikhlas dalam beribadah tersebut.
b) Sabar dalam meninggalkan perbuatan maksiat. Untuk menjauhi dan meninggalkan perbuatan maksiat memerlukan kesabaran. Karena perbuatan maksiat biasanya indah dan enak dibayangkan.
c) Sabar dalam menjalani musibah atau ujian hidup. Karena kita tidak bisa lepas dari yang namanya musibah, karena Allah memberikan musibah itu untuk menguji keimanan dan kesabaran hambanya.
         •    
155. Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.
3. keutamaan Sabar
a) Orang yang sabar akan berhasil dalam meraih cita-citanya. Ia akan memiliki jiwa yang kuat dan tahan uji menghadapi berbagai persoalan hidup dan yang pasti Allah akan bersamannya.
       •    
153. Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu[99], Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
b) Orang yang sabar akan dicintai Allah dan sebaliknya orang yang tidak sabar tidak dicintai Allah bahkan justru diperintah mencari Tuhan selain Allah. Sebagaimana yang ditegaskan dalam hadis Qudsi.
c) Orang yang sabar akan tenang, karena sesungguhnya sikap sabar dan rida adalah mencerminkan puncak ketenangan jiwa seseorang. Ia tidak akan tergoncang oleh apapun yang dihadapinya. Orang yang rida akan ketentuan Allah akan mendapat balasan ridla dari Allah Swt.
           
Artinya: Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadanya. yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.
E. Tawakkal
1. Pengertian
Tawakal adalah berserah diri kepada Allah swt. Berserah diri pada qada’ dan qadar Allah swt. Setelah berusaha dan berikhtiar semaksimal mungkin sesuai dengan kewajibannya sebagai manusia.
2. Cirri-ciri orang bertawakal terbagi menjadi 4 bagian berikut ini:
a) Orang yang berusaha memperoleh sesuatu yang dapat membawa manfaat kepadanya.
b) Orang yang berusaha memelihara sesuatu yang dimilkinya supaya menimbulkan hal yang bermanfaat.
c) Orang yang berusaha menolak dan menghindarkan diri dari hal-hal yang akan menimbulkan mudharat dan bencana.
d) Orang yang berusaha menghilangkanmudharat yang menimpa dirinya.
       •    
Artinya: Kemudian apabila kamu Telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

3. Keutamaan
a) Tawakal merupakan bukti kokohnya iman seseorang
b) Mendapatkan limpaha sifat Azis atau kehormatan dan kemulyaan.
c) Memilki keberanian dalam menghadapi musibah atau maut.
d) Menghilangkan keluh kesah dan gelisah serta mendapatkkan ketenangan dan ketentraman.
e) Mampu mensyukuri karunia Allah Swt, serta memilki kesabaran apabila belum memperolehnya.
f) Memilki kepercayaan diri dan keberanian dalam menghadapi setiap persoalan.
g) Mendapatkan pertolongan ,perlindungan serta rizki yang cukup dari Allah.
h) Mendapatkan kepercayaan dari orang banyak karena budi pekerti yang terpuji dan hidupnya yang bermanfaat bagi orang lain.
             •           
Artinya: Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah Telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.
F. Qona’ah
1. Pengertian
Qona’ah adalah sikap rela menerima dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki serta menjauhkan diri dari sifat tidak puas dan merasa kurang, statis dan tidak mau menerima perubahan. Sebaliknya, qanaah justru berfungsi sebagai dinamisator yang mendorong manusia untuk giat bekerja dalam mencapai kesejahteraan hidup. Orang yang bersikap qanaah akan tetap bekerja keras, namun hasil kerjanya akan diterima dengan rasa syukur dan rasa lega. Orang yang selalu merasa tidak cukup biasanya cendrung tidak merasakan kenikmatan yang ada dalam dirinya yang akibatnya hidupnya akan selalu gelisah.
2. Qana’ah dalam kehidupan
Qana’ah seharusnya menjadi sikap dasar setiap muslim. Karena sikap tersebut akan menjadi pengendali agar tidak larut dan surut dalam keputusan dan tidak maju dalam ktamakan dan keserakahan. Sikap yang demikian perlu dibudayakan dan dimasyarakatkan dimasyarakat agar tidak timbul rasa dan sikap memonopoli segala sesuatu yang menyebabkan orang lain tidak mendapat kesempatan untuk meraih keberhasilan. Akibat dari keadaan tersebut akan muncul ketimpangan dan kesenjangan social yang selanjutnya dapat menimbulkan peluang yang membawa pada kerawanan social. Sifat qana’ah juga dapat diwujudkan dalamkehidupan masyarakat dengan tidak memperlihatkan kesombingan dan keangkuhan.
3. Keutamaan Qana’ah
Dengan mempunyai sifat Qana’ah, jiwa seseorang akan stabil karena ia mampu :
a. Bersyukur apabila berhasil dalam usahanya dan jauh dari sifat sombong.
b. Bersabar dan berlapan dada apabila gagal dan jauh dari sifat frustasi.
c. Memilki hati yang tentram dan damai
d. Merasa kaya dan berkecukupan
e. Membebaskan diri dari sikap rakus dan tamak
f. Hidup hemat, tidak bergaya hidup lebih besar pasak dari pada tiang
g. Menyadari bahwa harta berfungsi sebagai bekal ibadah.
G. ADIL
Adil adalah memperlakukan hak dan kewajiban secara seimbang, tidak memihak dan tidak merugikan pihak manapun. Adil dapat berarti tidak berat sebelah serta berarti sepatutnya, tidak sewenang wenang.
Jamil shalibah mengatakan bahwa menurut bahasa adil berarti al-Istiqamah yang berarti tetap pada pendirian, sedangkan dalam syari’at adil berarti tetap dalam pendirian dalam mengikuti jalan yang benar serta menjauhi perbuatan yang dilarang serta kemampuan akal dalam menundukkan hawa nafsu.
 •                 
90. Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.

Bentuk-bentuk adil
a. Adil terhadap Allah, artinya menempatkan Allah pada tempatnya yang benar yakni sebagai makhluk Allah dengan teguh melaksanakan apa yang diwajibkan kepada kita, sehingga benar-benar Allah sebagai Tuhan kita.
b. Adil terhadap diri sendiri, yaitu menempatkan diri pribadi pada tempat yang baik dan benar. Untuk itu kita harus teguh, kukuh menempatkan diri kita agar tetap terjaga dan terpelihara dalam kebaikan dan keselamatan. Untuk mewujudkan hal tersebut kita harus memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani serta menghindari segala perbuatan yang dapat menelakakan diri.
c. Adil terhadap orang lain yakni menempatkan orang lain pada tempatnya yang sesuai, layak dan benar. Kita harus member hak orang lain dengan jujur dan benar tidak mengurangi sedikitpun hak yang harus diterima.
d. Adil terhadap mahkluk lain, artinya dapat menempatkan makhluk lain pada tempatnya yang sesuai misalnya adil kepada binatang, harus menempatkannya pada tempat yang layak menurut kebiasaan binatang tersebut.
Kedudukan dan keutamaan adil
a. Terciptanya rasa aman dan tentram karena semua telah merasa diperlakukan dengan adil.
b. Membentuk pribadi yang melaksanakan kewajiban dengan baik
c. Menciptakan kerukunan dan kedamaian
d. Keadilan adalah dambaan setiap orang. Alangkah bahagianya apabila keadilan bisa ditegakkan demi masyarakat, bangsa dan Negara, agar masyarakat merasa tentram dan damai.
e. Begitu mulainya orang yang berbuat adil sehingga Allah tidak akan menolak doanya.
H. Berfikir Positif
1. Pengerian
Berfikir positif berarti barbaik sangka dan menjauhkan diri dari sikap buruk sangka. Barbaik sangka disebut juga husnuzan, sedangkan berburuk sangka dikenal dengan istilah suuzan. Allah melarang kita berfikir negative bisa menimbulkan dosa.
          
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), Karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. (Q.S Al-Hujurat)
2. Keutamaan
Berfikir positif juga berarti berfikir dewasa, yaitu berfikir secara rasional, penuh pertimbangan dan jauh dari sikap emosional. Dengan berfikir dewasa seseorang akan berlaku hati-hati. Hal itu akan menghindarkannya dari kegagalan serta memupuk pikiran positif dalam diri setiap umat Islam.
I. Percaya diri
1. Pengertian
Percaya diri adalah keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri dalam melakukan sesuatu yang telah direncanakan.
2. Keutamaan
Sikap ini akan menumbuhkan dorongan untuk lebih giat dalam beribadah dan bekerja. Sikap itu juga akan member dorongan untuk mengatasi setisp kesulitan dan beranggapan bahwa kegagalan merupakan keberhasilan yang tertunda.
Sikap percaya diri dan optimistis akan menghilangkan sikap putus asa. Allah swt. Melarang hamba yang beriman untuk berputus asa karena putus asa adalah sifat orang-orang kafir.
Saol-saol
1. Berserah diri kepada Allah swt dengan sepenuh hati merupakan cerminan dari sikap…..
a. Ridah
b. Tawakkal
c. Qana’ah
d. Sabar
2. Sikap menerima terhadap apa yang telah diberikan oleh Allah merupakan sikap…
a. Tawakkal
b. Rela
c. Qana’ah
d. Rida
3. Seseorang yang berahlaq tercela, derajatnya akan turun bahkan lebih jelek dari pada binatang, pernyataan tersebut terdapat dala surah
a. Al-A’raf 12
b. Al-A’raf 15
c. Al-A’raf 179
d. Al- a’raf 177
4. Jelaskan maksud kandungan ayat berikut ini”ya’ayyuhalladzina amanu ijtanibu katsiran mina dhanni”…
a. Wahai orang-orang beriman jauhilah kebanyakan menghina
b. Wahai orang-orang beriman jauhilah kebanyakan buruk sangka
c. Wahai orang-orang beriman jauhilah kebanyakan membicarakan aib orang lain
d. Wahai orang beriman jauhilah dari perkataan dusta.
5. Yang dimaksud adil adalah
a. Memberi hak orang lain sesuai dengan ketentuannya
b. Menyamakan semua oaring dalam mengambil keputusan
c. Memperlakukan hak dan kewajiban seseorang secara seimbang
d. Tidak membeda-bedakan seseorang
6. “wayarzukhu minhaitsu layahtasib” maksud penggalan ayat diatas adalah…
a. Allah memberikan rizki sesuai dengan kerja kerasnya
b. Allah memberikan rizki, jika manusia memintanya.
c. Allah memberikan rizki dari arah yang tiada disangka-sangka.
d. Allah memberikan rizki, setelah manusia memohonnya.

BAB 7
Perkembangan Islam di Indonesia
A. Kehadiran Islam di Indonesia
Hingga kini, ada perbedaan pendapat diantara para sejarawan tentang masuknya Islam keIndonesia, perbedaan itu terjadi akibat kesulitan yang dialami oleh sejarawan untuk menetapkan tentang hari, tanggal, dan tahun kehadiran Islam di Indonesia. Hingga hari ini masuknya Islam ke Indonesia dibahas oleh katagori: Gujarat, Makkah-madinah, dan Persia. Ketiga teori itu membicarakan tiga persoalan: waktu masuknya Islam keindonesia, asal Negara yang menjadi perantara atau sumber tempat pengambilan ajaran Islam dan pelaku penyebaran Islam.
1) Teori Gujarat
Teori ini mengatakan, Islam masuk keindonesia berasal dari Gujarat, sebuah wilayah yang ada diindia. Penggagas teori ini adalah ilmuawan social belanda yang mendalami Islam untuk menghancurkan Islam diAceh, yaitu Snouck Hurgrocje.
Ada tiga pandangan yang menjadi focus teori ini:
• Kurangnya fakta yang menjelaskan peranan bangsa arab dalam penyebaran islam nusantara.
• Hubungan dagang Indonesia-india yang sudah lama terjalin
• Adanya bukti sejarah tertua tentang Islam yang terdapat disumatera, yakni batu nisan kuburan sultan Malik al-Sholeh(wafat: 1297)
2) Teori Makkah
Menurut teori ini, mubaligh yang menyebarkan Islam keindonesia berasal dari makkah-madinah. Boleh jadi, diantara mereka terdapat kelompok Alawiyyin yang memilki “ trah suci” dari Ahlu Bait Rasulullah saw dari garis keturunan Fatimah az-zahrah binti Rasulullah dan Ali bin abi Tholib, baik dari keturunan Hasan bin Ali bin Abi Thalib maupun Husain bin ali bin Abi Thalib. Baik dari Makkah-Madinah maupun dari yaman dan sekitarnya.
3) Teori Persia
Menurut teori ini, Islam masuk dan tersebar di Indonesia karena peran para mubaligh yang berasal dari Persia. Penyebaran ini terjadi pada abad ke tujuh atau kedelepan masehi (abad krsatu Hijriah). Selain sebagai mualigh, mereka juga pedagang yang sangat pandai. Bagi mereka, berdagang adalah alat untuk berdakwah.
Salah satu dalil sejarahnya adalah beeridirnya kerajaan besar Islam pertama di Indonesia yang terletak di semenanjung sumatera, yaitu Kerajaan Samudera Pase. Konon nama” pase” diambil dari kata “ pasir” yang dalam bahasa dan lidah penduduk aceh diucapkan menjadi “ pasai.
Teori Persia lebih menitikberatkan ulasannya pada kebudayaan yang hingga kini masih ditengah-tengah masyarakat Indoenesia. Kebudayaan itu mempunyai persamaan dengan Persia. Beberapa yang bisa disebutkan:
• Peringatan 10 Muharram yang gerbentuk” bubur syura” untuk mengenang wafatnya Hasan-Husain yang syahid dipadang karbala.
• Persamaan ajaran Syeh Siti Jenar dengan ajaran sufi yang digagas oleh sufi Iran.
• Pengguna istilah bahasa Iran dalam pelafalan huruf untuk tanda-tanda bunyi harkat seperti zabar.
• Nisan dimakam sultan Malik al-Sholeh (1297) diaceh dan Sultan Malik Ibrahim(1419) digresik dipesan dari Gujarat.

B. Media Penyebaran Islam di Indonesia
Islam hadir sebagai rahmat bagi semesta alam, itulah sebabnya, Islam disebarkan dengancara damai. Tidak ada bukti bahwa Islam disebarkan dengan peperangan dan paksaan. Karena itu, cara pemaksaan bertentangan dengan nama islam yang berarti damai sejahtera selamat. Sikap ini juga bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an.
Menurut sejarawan, ada enam cara sosialisasi dan penyebaran Islam dinusantara:
a. Perdagangan. Media ini berbentuk kerjasama yang saling menguntungkan antara mubaligh dan pemimpin local, seperti raja dan bangsawan. Mereka terlibat secara aktif dalam kepemilikin kapal dagang dan saham. Wilayah yang menjadi markas penyebaran Islam adalah pesisir pulau Jawa.
b. Pernikahan. Kemampuan hidup pedagang Muslim menjadi daya tarik bagi penduduk local. Peluang ini dimamfaatkan oleh pedagang muslim untuk menyebarkan Islam. Islamisasi melalui pernikahan pun berjalan lancer kerena gejolak atau koflik tidak pernah terjadi.
c. Ilmu tasawuf, ilmu rohani, atau batin. Caranya memasyarakatkan pengobatan alternative dengan pendekatan keislaman.
d. Pendidikan, pesantren dan guru agama. Santrilah yang menjadi pembangun dan melakukan perubahan ditempat tinggalnya. Sehingga Islam pun terseabar secara serentak.
e. Kesenian, khususnya pementasan wayang. Peletak dasar media ini Sunan Kalijaga. Media inilebih dioptimalkan melalui sastra.
f. Politik, pendirian kerajaan. Terbukti ketika seorang raja masuk Islam, rakyat pun segara masuk Islam. Jelas sekali, kekuatan Islam tanah air tidak terlepas dari kekuatan politik raja-raja masa itu.
C. Perkembangan Islam di Jawa
Masuknya Islam di Indonesia buka hanya di satu tempat dalam tempo yang bersamaan, tetapi tersebar dibeberapa tempat ditanah air dalam kurun waktu yang berbeda yaitu:
1. Kota-kota pelabuhan di selat malaka, diantara daerah pantai aceh utara yang dikenal dengan nama pasai.
2. Pantai barat pulau sumatera. Pada abad VII ditemukan perkampungan yang diduduki orang muslim.
3. Jawa timur. Dileren, Geresik ditemukan makam seorang muslimah bernama Fatimah binti Maimun yang wafat pada tahun 1101 M.
4. Jawa barat. Raja yang bernama Prabu Purwa menyerahkan tahta kerajaan kepada adiknya yang bernama Prabu Munding Sari. Prabu Purwa sendiri mengembara ke India dan bertemu dengan pedagang Arab
D. Kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia.
1. Kerajaan Samudar Pasai
2. Kerajaan Aceh Darussalam
3. Kerajaan Demak
E. Hikmah Kajian Perkemabangan Islam di Indonesia
Pendidika mental melalui kisah atau sejarah lebihefektif dan lebih baik dari pada sekedar teori, upaya mempelajari kembali sejarah perjuangan umat islam. Adapun hikmah yang bisa dipetik untuk kehidupan kita yang akan dating adalah…
a. Kesungguhan dan kemauan kuat para pelopor islam dalam penyebaran islam menjadi bukti keimanan mereka kepada Allah.
b. Untuk mengamalkan ajaran Islam, seorang dituntut dua hal: sabar dan tawakkal. Sabar merupakan kemampuan menghadapi segala persoalan hidup. Tawakal adalah dikap pasrah yang kreatif. Dengan sabar dan tawakkal para mubaligh meyebarkan Islam lewat perdagangan dan pernikahan.
c. Islam adalah agama yang sangat peduli terhadap ilmu dan peradabn. Dengan Ilmu hidup menjadi lebih baik. Dengan ilmu dan Iman, eradaban yang lahir adalah peradaban yang konstruktif. Sebuah peradaban yang konstruktif akanlaihir bila dibangun oleh manusia bertauhid. Kehidupan dunia saat ini rusak akibat pengelolaan dunia diserahkan kepada manusia yang tak bertauhid.
F. Ringkisan
1. Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-7 atau ke-8 yang bertepatan dengan abad ke-1 atau ke-2 H. Rute atau jalur yang dilewati adalah jalur utara dan selatan. Dan secara garis besar penyebaran Islam di Indonesia berlangsung melalui duacara yaitu: perdagangan, pernikahan dan pembebasan budak.
2. Pada pertengahan abad ke 13 disumatera telah berdiri kerajaan Islam Samudra pasai yang merupakan kerajaan Islam di Indonesia.
3. Perkembangan Islam di Indoenesia tidak bisa dilepaskan dengan peran para wali
4. Masuknya Islam disulawesi tidak terlepas dari peranan sunan Giri di Gresik. Hal itu karena sunan Giri menyelegerakan pesantren yang banyak didatangi dari luar jawa.
SOAL
1. Dalam sejarah penyebaran islam di Indonesia, terdapat beberapa perbedaan. Sedikitnya ada tiga teori antara lain:
a. Teori Gujarat, makkah, madinah
b. Teori makkah,parsia, Gujarat
c. Teori makkah, Malaysia, india,
d. Makkah, madinah, Gujarat.
2. Ada berapakah kerajaan Islam di Indonesia
a. 3
b. 4
c. 7
d. 2
3. Jelaskan media penyebaran islam keindonesia..
a. Pernikahan, perdagangan, penaklukan
b. Pernikahan,penaklukan, pendidikan
c. Pernikahan, perdagangan, pendidikan
d. Penaklukan, ekonomi, politik
4. Pada abad berapakah Islam masuk ke Indonesia..
a. Abad ke 7
b. Abad 11
c. Abad kedua belas masehi
d. Abad ke 13 masehi
e. Abad ke 21masehi
5. Apa hikmah mempelajari sejarah Islam..
a. Untuk mengetahui cerita penyebaran Islam
b. Untuk mengetahui waktu penyebaran islam
c. Sebagai bekal dalam mengamalkan ajaran Islam
d. Untuk memantapakan kebenaran dan kesungguhan ajaran Islam
6. Kerajaan apa pertamakali dibangun oleh raja Islam
a. Kerajaan demak
b. Kerajaan samudra pasai
c. Kerajaan mataram
d. Kerajaan aceh Darussalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s