Cerpen: Black Message


Black Message

Oleh: Warda Firdausi Karimah

“Jika kau ingin bertahan dalam diammu, maka lakukanlah…

         Tanpa satu katapun walaupun itu hanya sekedar pesan yang tak berarti”

Brrt.. Brrt… Brrt… Brrt…

Begitulah suara getar hp Zahroh menandakaan datangnya pesan pendek.

“Ah, nomer ini lagi, sebenarnya siapa dia? Dan apa maunya?” Keluh Zahroh.

Ya, memang belakangan ini Zahroh terus-terusan mendapatkan sms dari nomer yang tak dikenalnya. Sehingga cukup membuatnya jenuh dan terkadang ketakutan. Bagaimana tidak ketakutan? Sang pengirim pesan rahasia itu sama sekali tidak mau memberitahu identitas aslinya, dan terkadang mengetahui apasaja yang sedang zahro lakukan. Sempat Zahroh membalasnya dengan kata-kata yang cukup keras, Namun pengirim itu seolah-olah ingin membuat Zahroh penasaran tentang identitas pengirim pesan tersebut.

“Assalamu’alaikum, Habis pulang kuliah ya?”

“Wa’alaikumsalam W. W, Siapa kamu? “ balas Zahroh.

(Dan pengirim pesan tersebut tidak menjawab balasan pesan Zahroh)

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>1 Hari kemudian<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

“Hanya seorang pengecutlah yang tak mau mengakui siapa dirinya sebenarnya.”

“ n.n Biarkan aku saja yang melihatmu dari kejauhan, tanpa kamu tau siapa aku.”

“ Memangnya kamu tahu siapa aku?”

“ Seorang gadis berjilbab, bukan hanya raganya namun juga batinnya, yang peduli dengan sesama. Dan yang pastinya terlihat indah dalam kameraku.”

Tentu saja Zahro yang menerima pesan seperti ini, merasakan detak jantungnya berdegup lebih kencang dari biasanya. Namun, ia takut bahwa sang pengirim pesan sedang memainkan perasaannya, sehingga Zahropun menjawab dengan agak keras. Lagipula yang diinginkan Zahro adalah jawaban yang pasti yaitu tentang identitasnya bukan sebuah gombalan seperti itu.

“Anda salah orang.” Jawab Zahroh tegas.

Lalu sang pengirim pesan itupun menjawab dengan jujur.

“kamu Zahro kan, anak UMM alumni SMA 90 Malang, ok jika kamu bukan Zahro dan aku memang salah, maaf telah mengganggu kamu, selamat menjutkan aktivitas kamu. Wassalammu’alaikum.”

Sebenarnya Zahro tidak biasanya seperti ini. Menanggapi pesan-pesan yang tidak jelas. Namun bagi zahro ini berbeda, biasanya pengirim pesan-pesan iseng itu tidak mengenali Zahro maupun apa yang dilakukan Zahro. Karena pengirim pesan ini mengetahui siapa Zahro dan beberapa hal-hal yang menyangkut tentang aktivitas Zahro, Ia pun menjadi semakin penasaran siapakah pengirim pesan itu?

Karena Zahro semakin penasaran tentang siapa pengirim pesan itu, ia pun mengirim pesan terlebih dahulu.

“kalau memang kamu kenal aku, kamu kenal aku dimana? Dan gimana bisa kamu tau nomer aku?”

“Aku tau kamu saat kamu sedang sibuk mencari dana untuk kegiatan sosial, aku berfikir kamu sangat langkah, dan sangat indah. Karena di zaman yang sekarang ini sangat jarang orang-orang yang seperti kamu, yang peduli dengan sesama… tenang aja, aku gak bermaksud untuk menjadikan kamu pacar atau berusaha dekat dengan kamu, aku cuman mengagumimu aja kok. Dan maaf, karena saat itu aku ngambil foto kamu lewat cameraku. Karena aku mengagumimu, aku mencari info tentang kamu.”

“Teman-temanku perempuan yang lain juga banyak kok, yang ikutan kegiatan sosial kayak gitu…. Dan apa boleh aku minta foto ku yang kamu ambil itu? Lagi pula itukan hakku untuk mendapatkan fotoku sendiri . Kalau kamu mau tolong kirim itu melalui MMS ataupun email, terimakasih. ”

“Baiklah kalau memang itu yang kamu mau, aku akan mengirimkannya melalui email.”

Namun setelah beberapa hari berlalu foto-foto itu tak pernah terkirim, walaupun pengirim pesan itu, masih setiap hari sms Zahro namun Ia tak pernah mau lagi membalasnya. Karena Zahro menganggap pengirim pesan itu hanya mempermainkannya saja, karena tak pernah mau untuk memberikan identitasnya, dan menunjukkan bukti-bukti dari pesan yang pernah dia kirim kepada Zahroh. Jika pengirim pesan itu jujur tetap saja Zahro tidak pernah memberikan respek apapun kepada pengirim itu.

Namun sebagai wanita, bila ada yang mengirimkan pesan-pesan yang memujinya. Bagaimanapun wanita itu akan merasa berbunga-bunga dan berharap bahwa pengirim pesan adalah orang yang selama ini dinantinya. Begitu pula yang dirasakan Zahro saat ini. Namun semua perasaan Zahro itu hanya dapat dia ungkapkan di buku hariannya saja.

 “Jika kau ingin bertahan dalam diammu, maka lakukanlah…

Tanpa satu katapun walaupun itu hanya sekedar pesan yang tak berarti. Jangan permainkan perasaan ini, walaupun kau tak pernah menyadari itu. Jika kau memiliki perasaan walaupun hanya sekedar kagum, bukankah sebaiknya itu jangan kau ungkapkan?

Itu akan membutku goyah, dan membuatku berandai-andai bahwa kau adalah dia. Dia yang selama ini kutunggu. Tapi aku yankin dia tidak akan bertindak seperti yang kau lakukan. Tampaknya aku salah, telah membalas pesanmu, dan membuat ini semua terlalu dalam. Dan sebaiknya aku sudahi ini semua, dan menghapus memori dan harapan yang ada.

Mungkin ini semua memang salahku yang memiliki hati yang lemah. Dan mudah berharap.

Tapi aku yakin pada saatnya nanti aku akan menemukan dia yang layak aku harapkan. Dan aku harus lebih bersabar. Semoga orang itu adalah yang terbaik bagiku.

Ada saatnya ketika aku dapat menemukannya.. entah esok… dan esoknya lagi. ”

Begitulah yang tertulis di buku harian Zahro. Memang Berandai-andai bagi Zahro adalah hal yang tidak baik. Dan dia tidak mau memperpanjang harapan atau masalah-masalah yang membuat dia goyah akan imannya. Zahro hanya dapat berfikir bahwa seseorang yang Ia harapkan nanti bukanlah orang yang pengecut, yang hanya berani mengungkapkan perasaannya melalui pesan. Namun orang yang diharapkan Zahroh adalah orang yang dengan berani langsung menemui orang tuannya dan melamar Zahroh… Ya… itu adalah orangnya, semoga…

Dan hari itu mungkin bukan sekarang. Dan hari ini mungkin belum saatnya… Zahroh percaya bahwa hari itu pasti datang.                

                                                Ada saatnya ketika aku dapat menemukannya…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s