Memurnikan ajaran Islam bersama Dakwah kreatif


Masuknya Islam di Indonesia memang sangat indah, dengan cara pendekatan yang lembut dari para saudagar dari timur tengah, serta para wali yang menggunakan berbagai media yang ada saat itu. Salah satunya dengan cara pendekatan peleburan budaya hindu buda kedalam agama islam.

Hal itu dapat kita rasakan hingga sekarang, terbukti dengan adanya budaya selametan 7 harian ,100 harian dan sebagainya, ketika ada orang yang meninggal. Ada juga budaya membaca surah yasin pada hari jum’a, ziara kubur wali dengan mengharap pertolongan dari mereka yang berada dalam kubur.

Beberapa kebudayaan, itu jelas tidak sesuai dengan syari’ah islam, untuk awalan mungkin baik, karena dengan begitu mereka yang sebelumnya terbiasa dengan budaya hindu buda akhirnya, secara perlahan mau untuk memahami islam. Namun seiring berkembanganya umat muslim di Indonesia, maka hal ini hendaknya dapat di luruskan.

Tentu saja untuk meluruskannya tidak mudah, karena suatu kebiasaan sudah menjadi hal yang benar bagi beberapa pemikiran orang, dan cenderung mereka akan menolak kenyataan baru yang bersinggungan dengan kepercayaan mereka saat ini.

Maka disinilah Muhammadiyah masuk memberikan pemikiran pemurnian dengan cara bertahap yaitu ada yang namanya pluraritas budaya, dimana Muhammadiyah melakukan islah & tajdid, dimana seni & budaya lokal yg tdk bertentangan dgn aqidah, syari’ah & akhlak Islam dpt dipertahankan dgn memberikan isi dgn pesan-pesan keislaman. Di samping itu Muhammadiyah melakukan kreasi baru dgn menawarkan kultur alternatif yg merupakan ekspresi dari pengahayatan ajaran Islam, serta meluruskan segala kultur, & seni-budaya yg membawa nilai-nilai kemusyrikan, takhayul, bid’ah & khurafat menuju al-tauhid al-khalis.

Maka dari hal itu saya menawarkan dakwah yang hampir sama dengan dakwah yang sudah dilakukan Muhammadiyah sebelumnya yaitu dakwah cultural, menjadi dakwah kreatif, mungkin sebagian konsepnya sama yaitu memiliki tujuan dakwah Islam itu sendiri, yaitu tegaknya aqidah, syari’ah & akhlak Islam secara kaffah, & bersih dari syirk & TBC(Tahayul, Bid’ah dan Khurafat).

Dakwah kreatif lebih menembak sasaran kaum pemuda-pemudi muslim, dengan memberikan hal-hal yang menarik seperti dakwah melalui poster design, ilustrasi kartun gambar, kata-kata mutiara yang biasanya di quote melalui sosial media khususnya twitter, serta bidang seni yang lain. Selain seni bidang ini dapat dipadu padankan dengan industry kreatif dan juga entrepreneur muslim muda, dengan adanya tulisan-tulisan yang memotivasi pemuda muslim dan juga berbagai hal yang lain.

Hal ini menjadi lebih efektif karena jumlah umat muslim di Indonesia khususnya pelajar pada tahun ini dan mendatang adalah remaja. Sehingga dakwah kreatif ini dapat menjadi saluran informasi hukum syari’ah secara sederhana kepada umat muslim di Indonesia khususnya para pemuda.

Dakwah kreatif sendiri secara tidak langsung adalah pengembangan dakwah kultural muhammadiyah.

(*/wfk)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s