Puing Hidup


Sering aku melarikan diri, ketika aku tau akhirnya aku kalah.
Sering aku memalingkan diri ketika aku tau dia lawan yg tangguh.
Sering aku mengubur diri ketika ku tahu hadirku tak memberikan arti.
Kulakukan itu karena aku tak kuat berjalan di persimpangan ini.
Ketika semua yg ku percaya hanyalah bualan sampah.
Tapi setidaknya aku bertahan hingga sekarang hanya karena sang pencipta, dan pelindung abadiku…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s