Dermatitis Atopic, Bronkitis and Me


Bermula dari ima kecil menderita  batuk yg tak kunjung berhenti, dan di fonis sebagai batuk 1000 hari. Ternyata penyakit itu tak berhenti begitu saja dia kambuh lagi, kali ini didukung oleh keluarnya dahak bahkan muntah dahag dan asma, yang belakangan diketahui sebagai brokitis kronis basah kering.

 

Bukan hanya tak kuat berlari ima kecil menjadi urutan terakhir dalam pelajaran olahraga, karena bronkitis. Tak hanya itu ima kecil juga sering bersin di setiap pagi hari datang, dokter bilang karena dia alergi debu dan dingin, berpergian ke gunung adalah ancamannya. Sedangkan dia hidup di dataran tinggi😀.

Tak jarang juga ima kecil mengeluarkan air dari matanya bukan karena menangis, tapi air itu keluar begitu saja, di bawah kelopak matanya ada garis hitam yg belakangan diketahui sebagai mata panda, dan untuk itu dewasa ini ima harus menggunakan obat tetes mata sekurang-kurangnya 6 kali dalam sehari.

Diumurnya yang ke 9 tahun tiba-tiba ada garis putih tipis diatas kelopak matanya dan terasa sangat gatal. Beberapa pemeriksaan telah dia jalani, mulai dari meng-kikir kulit di atas kelopak mata, dan mencoba pemberian obat oles berupa salep, tapi semakin parah. Dokter mulanya mengira itu adalah jamur, namun tidak ada perubahan dalam setiap pengobatan yang sudah dia jalani.

Ketika dia terpapar sinar matahari dan debu, kulitnya terasa sangat sakit dan gatal, tiba-tiba timbul bintik merah di seluruh tubuhnya. pengobatan telah ia jalani dan gagal.

Suatu saat ima kecil bersama keluarga pergi ke pantai, sebagai anak kecil umumnya dia senang sekali bermain di air laut asin itu. sepulangnya dari sana kulitnya semakin gatal dan malah bersisik selayaknya putri duyung yang kekurangan air. Sisik itu berubah menjadi bentol-bentol kemerahan dan kehitaman, lalu mengelupas. Ketika dia pergi untuk berobat lagi dokter senior menyarankan untuknya mengganti sabun anti septic atau sabun biasa dengan sabun bayi, atau sabun yang penuh dengan pelembab.

Akhirnya bentol-bentol merah dan hitam itu hilang, namun timbullah becak-becak putih yang belakangan telah diketahui sebagai pemecahan pikmen kulit. Bentuknya seperti kulit yang terbakar, dan ada beberapa yang sangat kering dan menimbulkan bercak merah dan rasa gatal yang sangat mengganggu. Dokter senior itu pun bilang kepadanya bahwa dia (bercak putih itu) akan hilang seiring dewasanya penderita.

Tes alergi pada makanan pun sudah ima kecil lakukan, tangannya digambar lalu ditusuk-tusuk dengan jarum yang isinya ekstrak makanan. Alhasil ditemukan bahwa dia alergi dengan kepiting, namun anehnya selama ini dia tak pernah makan kepiting.

Namun apa yang terjadi ima kecil yang saat itu berusia 9 tahun sekarang menjadi aku yang sekarang yang  hampir menginjak usia 21 tahun, dan pigmen yg pecah dan rasa gatal itu tetap ku rasakan hingga kini. belakangan obat minum, dapat meringankan rasa gatal itu di malam hari, dan juga parahnya sekarang gatal itu tak berupa merah, bentol atau apapun, tan ada tanda-tanda tapi sangat gatal terutama jika sepulang kuliah maupun kerja.

Akhirnya aku kembali berobat dan dokter mengatakan ini memang dermatitis atopi, sesak, perusakan jaringan kelenjar mata, mata panda, keringnya kulit, biang alergi pada makanan, debu dingin, bersin ketika pagi hari dan adanya faktor keturunan alergen. Dokter mengatakan bahwa sebaiknya aku mandi ketika terasa gerah maupun gatal, memakai pelembab yang bagiku lumayan harganya, dan salep tapi jika ada bercak merahnya saja, dan meminum dengan rajin obat yang dokter telah berikan. Serta mengompres bagian yang gatal dengan air dingin agar saraf yang menyebabkan rasa gatal yang teramat sangat itu tidak timbul ke permukaan. Begitu juga dengan mandi sebaiknya aku mandi dengan air dingin dan tetap memakai sabun bayi. :’D yang cukup mengejutkan adalah dokter bertanya tentang mengapa aku memakai kacamata. Dokter menanyakannya karena menurut ilmu yang sudah beliau tempuh penyakit ini akan menyebabkan penderitanya di usia dini 20-30 tahun mengalami katarak. :’D Dokter juga bilang jangan terlalu stress dengan elergi yang aku derita ini, agar tidak semakin parah, karena salah satu penyebab kambuhnya adalah stress,

Well apapun itu, semoga coretan curahan hati  ini bisa membantu teman-teman yang punya gejala sama, jangan bosan-bosan buat berobat karena insyAllah itu bentuk ikhtiar kita, dan kalau ada yang merasakan hal sama, mari saring sharing pengalaman karena di dunia ini kita gak sendiri😀.  Dan semoga dari cobaan ini Allah memberi ketabahan dan jalan keluar serta meringankan dosa-dosa kita.😀

Jujur saja ada rasa sedikit sedih dengan keadaan ini, karena untuk mendapatkan kulit cantik layaknya temen-temen yang lain butuh ekstra perjuangan, dan hampir bisa dikatakan gak mungkin. Ada sedikit minder, tapi karena sudah merasakan hal ini dari kecil jadi biasa-biasa saja hehehe….. sekian dan terimakasih

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s