Salju di Negeri Sakura *Day One


Setelah persiapan yang begitu panjang akhirnya aku berangkat juga dari bandara Internasional Juanda Surabaya  menuju ke bandara Internasional Kualalumpur (Kila2). Jadi ceritanya transit dulu ke Kualalumpur selama 8 jam. Kami fikir 8 jam itu lama, jadi kami khususnya aku merencakan untuk keliling negeri melayu ini. Memanfaatkan destinasi wisata mereka yang gratis… seperti ke Taman Tasik Perdana, yang di dalamnya kita akan mendapatkan berbagai tempat menarik yang bisa kita masukin secara cuma-cuma ( yg paling menarik minatku taman botanical garden dan planettariumnya). Ke Masjid Negara, KL Center, Petronas, dan masih banyak lagi.

Tapi kenyataannya waktu berlalu dengan cepat. Mungkin proses di bandara yang agak lama. Untuk menuju pusat kota pun menyita waktu yang sangat lama. Jadi dari airport menuju pusat kota kami menggunakan bus. Dan tiba-tiba aja udah sekitar jam 5 sore nyampe KL Center (padahal jam 8 malam udah harus balik lagi ke airport). Di-KL center kami sibuk cari loker buat nitipin barang2 kami ( di sana ada loker yg sekali pake, pengunaannya dengan menggunakan koin. Jadi untuk mengetahui loker itu sudah dipakai apa belum tinggal lihat ada kuncinya apanggak nempel di lokernya, kalau udah ada kuncinya berarti masih kosong. Dan kalau kamu mau milih loker itu buka aja langsung loker yang masih ada kuncinya itu, kuncinya gak usah diapa2in, pintunya langsung dibuka. taru barang2mu, lalu masukkan koin di atas kunci (ada tempatnya diatas koinnya kayak bolongan buat tabungan gitu) baru deh dikunci*inget hanya sekali pake satu koin, kalau salah dan buka lagi ya bayar lagi. Satu lokernya ada beberapa variasi harga, tergantung luas lokernya, ada dari 10RM-5RM kalau gak salah yah hahaha.) .

Gambar Loker :  malahayaticut.wordpress.com

Setelah sibuk cari lokertiba-tiba udah pukul 5.30 aja. akhirnya kami memutuskan untuk ke satu tempat aja yaitu Petronas, si bangunan /menara kembar ya? pokoknya gitulah…. untuk menuju petronas kami menggunakan kereta GoKL (kalau gak salah … lupa2 ingat hahaha) …..

Sampai di Petronas udah jam 6 sore …  eh disambut sama lagu laskar pelangi dari penyanyi jalanan (kali ya…) yang ada disana…. kerasa kayak di Indonesia bangetlah pokoknya…  di Petronas foto-foto doang terus makan di foodcourtnya, harganya mirip-mirip di mall-mall Indonesia kalau makan di foodcourtnya. ternyata habis makan udah jam setangah 8 malam, dan jam 8 malam itu baru magrib disana, akhirnya kita memutuskan buat balik ke KL Center untuk ambil barang2 dan sholat disana. Eh, pas pulang dapet satu lagu Indonesia lagi : Kopi Dangdut ….  ya jadi saya rasa saya lagi di Indonesia…..

Dan akhirnya saya kembali ke Airport berangkat pukul 23.30 menuju chitose airport, sapporo japan. Perjalanan sekitar 7,5 jam.  Waktu awal masuk airportnya aja udah wauwww banget…. perjalanan dr keluar pesawat dan awal masuk bandara menuju pengecheckan imigrasi lumayan jauh . tapi tenang aja kamu gak bakan ngerasa capek atau bosen, karena disana bakalan disajikan pemandangan yang gak disangka-sangka ada di airport hehehe. Di chitose airport sepanjang jalan, buat kamu yang anak alay, pasti gak tahan buat foto-foto. akarena ada banyak karya seni  patung, dangambar 3 dimensi yang unyu2 dan eman buat ditinggalin gitu aja. Selainkarya seni juga ada pemandangan yang naturalnya, yaitu gunung ….. hehhe…

IMG_9260.JPG

Bisa liat Gunung dalam Bandara

IMG_9279.JPG

  Banyak Gambar 3 Dimensi yang menghiasi Tembaok bandara

IMG_9268.JPG

Banyak patung doraemon dkk, buat foto2😛

 

Ok setelah puas foto-foto (sebenarnya gak puasih, soalnya buru-buru), hal yang pertama kali kami lakukan di jepang adalah, pengechekkan imigrasi. Lumayan ketat dan lama karena yang ngantri ratusan orang…. dan ndak semuanya bisa diproses cepat, karena ketatnya imigrasi di jepang. Kamu harus jelas punya tabungan berapa, mau kemana selama dijepang, nginep dimana, pulang kapan, ada tiket balik apa nggak danseterusnya. Untungnya kami bertiga sekeluarga lagi, dan tiket pulang juga da di tangan, jadwal kami tertulis dengan rapi, hotel juga sudah di booking jauh-jauhari, jadi kami bertiga alhamdulillah bisa lolos dengan cepat. Di imigrasi nanti kamu bakalan di cek sidik jari, difoto dan sebelum itu semua kamu bakalan di chek suhu badan pake kayak mesin deteksi aura gitu wkwkwk ( untuk  ngechek kamu tertular penyakit berbahaya atau tidak).

Setelah itu kami  menuju lanatai bawah, dimana kami menunggu waktu untuk berlalu, dan mencari makanan hahhaha. Karena waktu masih menunjukkan  pukul 07.30 pagi sedangkan kami baru bisa check in pukul 15.00. Selain itu, karena sebelumnya co-pilot ngumumin suhu di sapporo -14 derajat C. Jd kami harus ganti baju hangat kalau bisa mandi2 dulu atau ke toilet dulu. Kerennya disana lengkap banget, ada dress room, powder room, dan tentu saja toilet yang berteknologi canggih dan super bersih, serta ruang perawatan khusus anak. Yang kerennya lagi disana terlihat sangat hidup mandiri penduduknya, saya menemukan nenek dan kakek2 yang berusia saya rasa diatas 70 bahkan 80 tahun, yang sedang bekerja sebagai OB atau OG. Mereka terlihat semangat sekali bekerja dan terlihat masih sehat untuk seumuran mereka. Walaupun berprofesi sebagai OB atau OG mereka terlihat sangat bersih dan berpakain sangat layak. Oh yah, untuk memberi sesuatu di bandara seperti makanan atau barang misalnya, kamu gak perlu was-was dengan harga, karena disana harganya standar aja, sama aja di bandara atau tidaknya, harganya cuman beda dikit banget. Karena pemerintah jepang membuat standar harga penjualan barang atau makanan mereka, jika ada sebuah perusahaan yang menjual hbarang mereka melebihi harga yang di tentukan maka mereka akan mendapatkan denda yang besar. Jadi yang ada disana harga lebih murah atau harga standar gak ada yang namanya harga mahal.

Nah, setelah makan, ganti baju dan bersih2 diri. Kami memutuskan untuk melanjutnkan waktu tunggu kami ke Sapporo Station, untuk membeli sepatu musim salju untuk kakku. Katanya ada yg murah disekitar sapporo station ini. Oh yah, dari chitose airport ke sapporo station kami menggunakan kereta.  Ternyata sepatu yang diharapkan kakakku tidak ada di sapporo station ( di sapporo station ini terdapat banyak sekali mall-mall, kalau gak salah sih sampai tingkat 4, dan ruang bawah tanahnya ada 3 bangunannya, dan lebar bangunannya kalau gak salah terdiri dari tiga bagian. Salah satu yang aku ingat ya Daimaru Mall, soalnya kami kedepannya sering nunut sholat disana ( mereka menyediakan prayer rooom)).

Nah karena sepatu yang dia harapkan gak ada disana, dia memutuskan ke sebuah toko yang jaraknya 3 blok dari tempat kita berada sekarang, kalau naik kereta subway, sekitar satu station lagi. Lalu diputuskanlah aku yang ditinggal di sapporo station untuk menunggu barang2 kami. Karena kalau di taruh loker pun barang2 kami gak muat semua. Al hasil aku nunggu berjam-jam di sapporo station hanya bersama barang-barang bawaanku. Tapi aku gak ngerasa asing disana entah kenapa kayak uduah akrab sama suasana disana, apa karena sering nonton film jepang kali ya wkwkwkwk.

Ok setelah berjam-jam akhirnya kakak dan ibuku datang. oh yah sebelumnya kami mencoba untuk keluar dari sapporo station dan kami disambut oleh hujan salju dan dinginnya sapporo. Tapi karena persiapan yang matang rasanya kayak kena ac aja kok … (wkwkkwkw gaya). Nah, karena udah mendekati pukul 3 sore kami memutuskan untuk checkin ke hotel kami. jadi dari sapporo station ke hotel kami daerahnya namanya nakajima park, kami memakai kereta (subway) melewati sekitar 3 station.

Ketika sampai di daerah nakajima park kami bingung ini hotel dimana tempatnya hahaha… walupun sudah ada map… kami bingung karena ada sedikit ketidak sesuain yg ada di map itu atau kami yg salah baca map nya… ketika kami kebingungan ada salah satu penduduk (yang sepertinya pekerja di hotel depan kami lg berdiri bingung) langsung mendekati kami dan berusaha berkomunikasi untuk membantu kami. tapi ternyata beliaunya (yg ganteng itu :p) gak bisa bahasa inggris dengan baik, jadi kami pake bahasa tarzan(lucunya setelah ngasih tau kami orgnya langsung lari kayak keburu2 kerja gitu). Hal tersebut menunjukkan mereka sangat ramah dengan siapa aja dan gak memandang ras maupun agama, contoh lainnya seperti di sappro station saat aku ditinggal sendirian, meraka gak ada yg memandang aneh atau mengaggap aku org asing jadi aku ngerasa seperti dirumah aku sendiri. Bahkan saat aku pergi ke toilet (sendiri) sepanjang perjalanan para penjual menyapa untuk menawarkan barang dagananya dengan mengucapkan sumimasen sambil senyum,(padahal itu mall size A alias kayak khusus buat org2 kaya gitu deh, coba di Indonesia pasti cuman dilahat dengan sinisnya sama penjualnya. Akhirnya kami bisa sampai dengan selamat, walupun sedikit nyasar, dan sempat ketemu sama dua orang ibu2 dari Indonesia juga di jalan beliaunya nampak bingung bawa kopernya yg super duper banyak itu hehehe…

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s