TBC yang kembali lagi


Setelah Juli 2020 aku selesai dalam pengobatan TBC ku, pada Juni 2022 TBC kelenjar itu kembali lagi. Kali ini rasanya lebih sakit dan berat. TBC kelenjar pertama kali aku rasakan kembali lagi, ketika aku merasakan nyeri hebar di sekitar leher bekas aku operasi benjolan TB.

Nyeri ini beda dengan nyeri otot biasa. Ya, aku juga sering merasakan nyeri otot hingga migren, namun rasa nyeri dengan TB sangat berbeda. TBC kelenjar sepengalamanku memiliki nyeri yang khas. Rasanya seperti di cubit oleh seseorang lebih menekan dan rasanya ada sensasi kebasnya. Benar saja, setelah saya chek kembali ternya timbul benjolan di kelenjar sebelah kanan ku, tepat dibekas operasi. Menurut beberapa dokter besarnya hanya berdiameter 1 CM.

Kali ini dokterku menganjurkanku untuk melakukan prosedur FNAB bukan operasi seperti yang awal kali aku lakukan. FNAB yang aku kira tidak sakit ini ternyata terasa amat sangat sakit prosedurnya, entah karena letak benjolanku terlalu dalam sehingga menekan beberapa syaraf. Karena atas kesaksian teman-temanku yang pernah FNAB, FNAB ini gak sakit sama sekali.

Benar saja, hasil FNAB ku aku diduga terdapat bakteri TBC yang mulai aktif kembali, membentuk sel-sel mereka. Sehingga per 5 Juli ini aku memulai kembali pengobatan dengan obat merah yang besar-besar itu. Kali ini kemungkinan berobatku adalah 9 bulan yang sebelumnya 6 bulan.

Uniknya pada proses pemeriksaan hasil TB ini, aku dipaksa untuk mengeluarkan dahak, walaupun aku tidak batuk sama sekali, harusnya 6 Juli ini aku stor dahak. Namun, sampai sekarang aku belum juga stor dahak karena, obat pemicu dahaknya tidak memiliki efek apapun untuk mengeluarkan dahakku. Aku masih tetap meminumnya tiga kali dalam sehari. Entah apa yang terjadi. Tapi aku akan tetap berusaha.

Oh yah, TB obatnya ditanggung oleh program khusus pemerintah yah ges… Walaupun kamu gak ada BPJS harusnya berobat TB ini gratis di puskesmas-puskesmas terdekat. Namun, karena aku memakai BPJS aku lebih memilih berobat di spesialis dan juga rumah sakit swasta.

Kemungkinan TB ku kembali karena masih ada bakteri yang bersarang di tubuhku dan aktif kembali karena imunku yang rendah.

Dalam perjalanan 2 tahun setelah TB pertama aku bertemu dengan 3 orang penyintas TB kelenjar yang juga tidak memiliki gejala pada paru-parunya. Ternyata banyak juga, Apakah kamu juga penyintas TB kelenjar tanpa gejala di paru-paru? Mari berbincang!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s